31 C
Semarang
Rabu, 2 Desember 2020

Indonesia Darurat Guru Profesional

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Pada masa itu banyak mahasiswa Indonesia yang dikirim belajar ke luar negeri, sehingga pendidikan kita menjadi rujukan Malaysia. Dahulu kita mengirimkan guru untuk mencerdaskan Malaysia tapi kini kita hanya mampu mengirimkan tenaga kerja dengan bayaran rendah. (https://ahmadshofwan.wordpress.com/2016/02/15/).

Dahulu anak muda Malaysia dikirim untuk belajar ke Indonesia, namun sekarang lebih banyak pemuda Indonesia yang belajar ke universitas- universitas di Malaysia.  (https://www.slideshare.net/iwan_syahril09/)

Meskipun ada lonjakan jumlah pemuda yang ingin menjadi guru, yang berakibat pada banjirnya peminat  fakultas pendidikan dan  menjamurnya universitas yang membuka Fakultas Kependidikan, hal ini tidak serta merta meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru.

Memang, banyaknya pilihan universitas yang membuka fakultas kependidikan patut diapresiasi dan didukung agar tercipta persaingan yang sehat dan berkualitas yang berimbas pada peningkatan kualitas guru. Namun fakta yang ada, dengan maraknya jumlah Fakultas Kependidikan ini belum mampu menciptakan persaingan mutu yang diharapkan.

Sebaliknya, kualitas guru belum beranjak dari keterpurukan. Hal ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah dan bangsa Indonesia. Tugas negaralah menyediakan guru yang kompeten dan profesional. Dalam hal ini perlu disiapkan skenario yang tepat untuk mencetak guru professional.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...