Indonesia Darurat Guru Profesional

spot_img

Pada masa itu banyak mahasiswa Indonesia yang dikirim belajar ke luar negeri, sehingga pendidikan kita menjadi rujukan Malaysia. Dahulu kita mengirimkan guru untuk mencerdaskan Malaysia tapi kini kita hanya mampu mengirimkan tenaga kerja dengan bayaran rendah. (https://ahmadshofwan.wordpress.com/2016/02/15/).

Dahulu anak muda Malaysia dikirim untuk belajar ke Indonesia, namun sekarang lebih banyak pemuda Indonesia yang belajar ke universitas- universitas di Malaysia.  (https://www.slideshare.net/iwan_syahril09/)

Meskipun ada lonjakan jumlah pemuda yang ingin menjadi guru, yang berakibat pada banjirnya peminat  fakultas pendidikan dan  menjamurnya universitas yang membuka Fakultas Kependidikan, hal ini tidak serta merta meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru.

Memang, banyaknya pilihan universitas yang membuka fakultas kependidikan patut diapresiasi dan didukung agar tercipta persaingan yang sehat dan berkualitas yang berimbas pada peningkatan kualitas guru. Namun fakta yang ada, dengan maraknya jumlah Fakultas Kependidikan ini belum mampu menciptakan persaingan mutu yang diharapkan.

Sebaliknya, kualitas guru belum beranjak dari keterpurukan. Hal ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah dan bangsa Indonesia. Tugas negaralah menyediakan guru yang kompeten dan profesional. Dalam hal ini perlu disiapkan skenario yang tepat untuk mencetak guru professional.

Baca juga:   Bisnis Online Sebagai Media Belajar Wirausaha

Author

Populer

Lainnya