MENJADI advokat memang rentan akan masalah hUkum. Untuk itu Theodorus Yosep Parera mempunyai cara khusus untuk terhindar atas masalah itu. Adapun cara yang ia lakukan adalah selalu hidup secara sederhana dan apa adanya.

“Prinsip moral yang saya terapkan, kita hidup untuk hari ini. Jadi kalau masih punya kelebihan rezeki kita bagi dengan yang lebih membutuhkan,” kata Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang ini.

Selain itu, Yosep selalu mendekatkan diri pada Tuhan. Ia memastikan sebelum pergi bekerja selalu berdoa. Dia juga memiliki prinsip saat bekerja di lapangan tidak mengambil atau mengganggu hak orang lain.

Bahkan ia sudah menanamkan kepada kedua anaknya agar apabila mereka hidup, jangan dari warisan ayah atau ibunya. Ia menyatakan, warisan yang ia miliki nantinya untuk keluarga lainnya yang hidupnya masih susah.

“Saya sudah menyampaikan ke anak-anak agar apabila nanti kami (orang tua) meninggal dan kalau masih memiliki harta, untuk diberikan ke keluarga yang hidupnya masih sudah,” kata peraih gelar Taekwondo Pukiwon DAN Certifikate II ini.

Yosep juga mengaku kalau penghasilan yang diperolehnya sebagian selalu disisihkan untuk orang-orang kurang mampu, termasuk panti asuhan dan aksi sosial lain. Menurutnya dengan hidup berbagi, hidupnya akan semakin berkah dan banyak rezeki. “Jangan memikirkan masa depan dan masa lalu, yang penting bekerja untuk melayani sesama,” ujarnya. (jks/ric)