33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Ribuan Warga Blokir Jalan

Tolak Penambangan Pasir dengan Alat Berat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MUNGKID—Kerusakan lingkungan akibat penambangan liar, membuat warga Desa Sumokaton, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, kehabisan kesabaran. Kemarin, ribuan warga turun ke jalan, memblokir jalan untuk menolak kegiatan penambangan.

Dalam aksinya, selain membentangkan spanduk penolakan di lima titik, warga juga membakar ban bekas dan menutup jembatan alternatif kerap digunakan warga untuk melintas di dua wilayah. Yakni, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang; dengan wilayah Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Aksi berlangsung Jumat (26/5) siang selama dua jam.

Warga yang mayoritas petani dari lima dusun di Desa Somokaton, Kecamatan Ngluwar, menolak adanya penambangan pasir yang menggunakan alat berat di jalur Kali Krasak. Jalur itu merupakan batas wilayah Jawa Tengah dengan DI Yogyakarta. Unjuk rasa mendapatkan pengamanan dari aparat Polres Ngluwar, TNI, dan aparat Kecamatan Ngluwar.

Kalimat dalam spanduk, salah satunya, Warga Desa Somokaton Menolak Dampak dan Penambangan Menggunakan Alat Berat di Sungai Krasak. Usai berunjuk rasa, warga kembali ke ladang sawah untuk bekerja. Api dari ban-ban yang dibakar, langsung dipadamkan. Termasuk kayu untuk menutup jembatan, segera disingkirkan.

Kepala Desa Somokaton, Noto Sukirno, menyampaikan, dampak penambangan pasir menggunakan alat berat di aliran Kali Krasak, menyebabkan sumur warga kering. Termasuk, pengairan sawah seluar 150 hektare milik warga, terancam kekurangan air. Untuk itu, warga sepakat menolak rencana penambangan menggunakan alat berat.

“Warga sudah menandatangani kesepakatan atas penolakan penambangan pasir tersebut. Jika aspirasi warga diabaikan, warga siap menggelar demo dengan jumlah massa lebih besar,” kata Noto Sukirno.

Lima dusun yang terancam kekurangan air sumur dan pertanian adalah Dusun Somokaton, Banaran, Kricak, Canggalan, Madesan, dan Pakunden, Desa Somokarto, Kecamatan Ngluwar.

Penambangan pasir dengan alat berat di Kali Krasak, dalamnya mencapai 10 meter. Dampaknya, permukaan air menjadi turun. “Jika musim kemarau saja, kebutuhan air sawah mulai digilir, apalagi kalau sungai dikeruk hingga 10 meter, jelas akan mematikan petani,” kata Kades Noto Sukirno.

Camat Ngluwar, Kunta Hendradata menambahkan, penambangan menggunakan alat berat sangat berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan sumber mata air. Jika penambangan dengan alat berat tidak terkendali, maka yang menjadi korban areal pertanian. Sumber air sumur warga juga mengalami penyusutan. “Yang jelas, kerusakan akibat penambangan dengan alat berat sudah sangat jelas, selain penyusutan air, infrastruktur jalan juga mengalami kerusakan.” (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Liga PABBSI Jateng I Gairahkan Wisata Semarang

SEMARANG - Pengprov PABBSI Jawa Tengah akan kembali menggulirkan Liga PABBSI Jateng tahun ini. Event pembinaan untuk para atlet angkat besi, angkat berat dan...

Pembentuk “Game for Life” yang Berakhir

Oleh: Dahlan Iskan Bagaimana hasil pemilu internal Singapura? Begitulah pertanyaan pembaca Disway. Soal kelanjutan edisi hari Minggu lalu. Ternyata ada juga yang tertarik. Soal tema yang...

Jelang Tahun Baru, Ketersediaan Beras Cukup

DEMAK-Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Abi Kusnianto, kemarin, melakukan sidak ke gudang Bulog Demak di Kelurahan Katonsari, Kecamatan Demak Kota. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan ketersediaan atau stok pangan...

KPU Ajak Parpol Terlibat Dalam Karnaval Budaya

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – KPU Kabupaten Semarang memanfaatkan karnaval budaya dalam rangka memperingati HUT RI ke-73 untuk mensosialisasikan partai politik (parpol) peserta pemilu. Ketua KPU...

Hendi Kirim Bantuan Dana dan Tim Medis ke Lombok 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peduli terhadap bencana Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Kota Semarang mengirimkan tim medis bencana dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)...

Siswa Titipan Jadi PR Dewan Pendidikan

MAGELANG– Kepengurusan Dewan Pendidikan Kota Magelang periode 2012-2017 akan berakhir pada Desember ini. Persoalan masih adanya siswa titipan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dewan...