33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Polisi Minta Pemkab Revisi Perda Miras

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

“Selama ini, biaya penanganan Tipiring malah lebih mahal dari denda yang diberikan kepada para pelaku. Denda tipiring terlalu ringan, hanya Rp 200 ribu.”

AKBP HINDARSONO

MUNGKID—Pelaku tindak pidana ringan (Tipiring) seperti menjual dan mengedarkan minuman keras di Kabupaten Magelang, belum mendapatkan hukuman yang berefek jera. Karenanya, polisi meminta Pemkab Magelang segera merevisi Perda Miras dengan memperberat ancaman hukuman.

Kapolres Magelang AKBP Hindarsono menyampaikan hal itu di sela-sela pemusnahan ribuan miras di Mapolres Magelang, kemarin. “Selama ini, biaya penanganan Tipiring malah lebih mahal dari denda yang diberikan kepada para pelaku. Denda tipiring terlalu ringan, hanya Rp 200 ribu,” kata Hindarsono.

Pada kesempatan itu, sebanyak 1.279 botol miras dan 896 knalpot blombongan turut dimusnahkan. Barang bukti yang dimusnahkan, hasil kegiatan 2017. “Kami terus memegang komitmen untuk memberantas judi, miras, prostitusi, dan penggunaan knalpot blombongan.”

Hindarsono mengklaim, Polres kerap melakukan penertiban rutin, dengan sasaran tindak pidana ringan. Meski begitu, jika dendanya terlalu ringan, maka penertiban terkesan seperti main-main saja.

“Karena itu, kita menanyakan ke Pemkab, kira-kira peraturan daerah (Perda) bisa tidak memberikan denda setinggi-tingginya, Rp 10 juta misalnya. Saya kira bisa ya, tergantung Pemdanya,” kata Hindarsono.

Kapolres juga meminta agar perizinan perdagangan miras bisa lebih diperketat. Sebab dampak miras sangat merugikan. Tidak hanya memicu permasalah dan perselisihan antarkelompok saja. Tapi juga antarkampung/wilayah.

“Di Kota Magelang, sempat terjadi perselisihan antarkampung karena miras. Jangan sampai merembet sampai kabupaten. Jangan sampai juga terjadi musibah seperti di Purworejo, Ungaran, atau Pati. Di sana ada yang meninggal dunia akibat miras oplosan.”

Menanggapi hal itu, Asisten I Pemerintahan Kabupaten Magelang, Eko Triyono, mengapresiasi tindakan Polres Magelang. Termasuk, usulan terkait Perda Tipiring.

“Jadi memang Perda yang dipergunakan saat ini adalah Perda lama. Harapannya, nanti ada evaluasi dari DPRD Kabupaten Magelang. Yang bisa dilakukan ya memaksimalkan denda. Kalau kurungan, sesuai undang-undang hanya tiga bulan.” (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tinggi, Minat Jadi Banser dan Fatser

BATANG - Banyaknya generasi muda di Kabupaten Batang yang ingin menjadi anggota Banser (Barisan Serba Guna) dan Fatser (Fatayat Serba Guna), membuat pengurus Korcab Kabupaten Batang...

Penjual Sayur di Kursi Wakil Bupati

RADARSEMARANG.COM - MASYARAKAT Kabupaten Semarang saat ini mengenal Ngesti Nugraha sebagai Wakil Bupati dan Ketua DPC PDI Perjuangan. Tapi tidak banyak yang tahu, di...

Abdul Wachid Dapat Restu Prabowo

SEMARANG – Keinginan Abdul Wachid untuk maju menjadi calon gubernur Jateng dalam pilgub 2018 semakin kuat. Bahkan, majunya anggota DPR RI tersebut sudah mendapatkan...

Kongres Ulama Jateng Rekomendasikan Pilih Sudirman Said

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Para ulama, tokoh muslim, dan aktivis gerakan Islam mengajak umat muslim Indonesia, khususnya Jawa Tengah merapatkan barisan jelang Pilgub Jateng yang...

Sharp Gebyar Hadiah

PENEMU teknologi Plasmacluster dari Sharp Jepang, telah memiliki area display yang representative di Superstore Global Elektronik, Global Elektronik ditunjuk sebagai SHARP TOMODACHI STORE "Pertama...

Pantang Anggap Enteng

SEMARANG - PSIS Semarang akan melakoni matchday kelima mereka di ajang Liga 2 musim 2017 dengan menjamu tim PPSM Sakti Magelang di Stadion Jatidiri...