33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Marhaban Ya Ramadan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

HAI orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah: 183)

Kedatangan bulan Ramadan, selayaknya disambut dengan suka cita, meskipun bisa jadi ada yang susah. Rasa gembira karena bulan agung yang dinanti telah hadir dengan banyak kelebihan dan keistemewaan. Mungkin gembira campur susah karena bulan beribadah ini hadir bersamaan dengan harga barang-barang pokok menaik, kriminalitas merebak, isu bom dan kompleksitas persoalan bangsa lainnya.

Ada juga yang sepenuhnya sedih karena tidak mampu mengisinya dengan amal ibadah yang positif karena kondisi dan problem yang menghimpitnya. Bahkan mungkin masih banyak respon lain yang menggambarkan hati dan sikap penerimaan sesuai dengan probelm dan kondisi masing-masing.

Kedatangan tamu memang harus disambut dengan hati yang lapang dan ikhlas. Karena itu, penyambutan ini sering menggunakan kata marhaban atau selamat datang. Istilah ini berasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang.

Menyambut tamu harus dengan suasana hati yang gembira dengan penerimaan yang total, tidak merasa berat dan tidak susah. Kegembiraan ini patut diberikan kepada tamu yang memang benar-benar layak untuk disambut karena kemuliaan dan keistimewaannya. Apalagi, kehadiran tamu itu akan memberikan ketentraman, kenyamanan dan keuntungan yang luar biasa bagi sang penyambut.

Ramadan, tamu super mulia, bulan yang sangat terhormat. Kemuliaan dan kehormatan ini bukan saja karena pada bulan ini sumber kebenaran dan bimbingan, yaitu kitab suci al-Quran diturunkan (Q.S al-Baqarah/2: 185), akan tetapi disebutkan bahwa di bulan ini pintu surga dibuka (HR Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah).

Karena inilah, umat Islam gegap gempita menyambutnya dengan penuh harap untuk mendapatkan keberkahannya. Keistimewaan bulan ini akan mempu mengantarkan kejernihan hati dan pensucian diri setelah sebelas bulan aktif bekerja memikirkan dunia yang kadang bergelimang noda dan dosa. Sudah saatnya umat Islam membersihkan diri untuk kembali kepada nilai-nilai yang selaras dengan ajaran Ilahi.

Selain itu, Ramadan adalah bulan puasa, sebuah sarana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.  Dengan mengelola hawa nafsu dengan profesional, seseorang akan mencapai status terbaik, dalam bahasa al-Qur’an disenut derajat muttaqin. Puasa adalah ibadah yang diwajibkan tidak saja bagi Kaum Muslimin saja, akan tetapi ditujukan juga kepada kaum terdahulu sebelum masa kenabian Muhammad.

Banyak orang melakukan puasa dengan cara, model dan keyakinan masing-masing. Namun, puasa yang produktif adalah puasa yang berdampak mencipatakan pribadi unggul yang mampu mengelola diri tetap konsisten dalam jalur kebenaran agama, berkomitmen menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Inilah sosok muttaqin, pribadi yang didamba oleh al-Qur’an.

Keberhasilan puasa ini bukanlah sesuatu yang gampang diraih. Tidak banyak orang mampu melaksanakannya dengan baik. Bahkan Nabi SAW pun mensinyalir “Banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak memperoleh apa-apa dari puasanya itu selain rasa lapar dan haus”.

Puasa, yang diisyaratkan dalam pernyataan Nabi tersebut, tentu tidak hanya sebatas puasa formalitas dengan tidak makan, tidak minum dan tidak berhubungan badan di siang hari atau meniru orang miskin lapar dan tidak tercukupi kebutuhannya. Puasa produktif, yang mampu mengajarkan berprilaku positif, menahan nafsu menyakiti orang lain, menahan prilaku salah, dan selalu konsisten.

Puasa mengajarkan cara-cara hidup dasar manusia, seperti bertindak santun, kasih sayang kepada manusia dan juga kepada alam. Nabi SAW pernah mengatakan: ”Sungguh, Tuhan mencintai kebaikan terhadap segala hal. Maka jika kamu menyembelih binatang, maka sembelihlah dengan cara yang baik”.

Berbuat baik atas dasar keyakinan akan adanya Sang Pengawas yang Maha Melihat inilah yang tampaknya telah menjadi problem utama kemanusiaan dewasa ini. Jika seseorang meyakini dan mengimplementasikannya dalam kehidupan keseharian, pastilah akan damai kehidupan kemasyarakatan. Tidak ada kebohongan, keculasan, tipu daya, korupsi, konflik dan bentuk-pentuk penyelewengan dari kodrat kemanusiaan.

Bagi manusia yang mampu memahami kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya akan semakin menguatkan keyakinan bahwa segala sesuatu adalah pemberian Allah Yang Maha Kuasa. Puasa akan mampu melatih seseorang mengasah potensi kebaikan untuk selalu berbuat terbaik untuk kedamian dan ketentraman masyarakat. Selamat datang bulan suci Ramadan, Marhaban ya Ramadan. (*/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sumur Bor Air Tanah Kedondong Cakup 500 KK

DEMAK-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2017 menggencarkan pembangunan sumur bor air tanah sebanyak 250 titik di seluruh Indonesia. Satu di antaranya...

Cabor Sepakbola Akan Dibuat Meriah

SEMARANG - Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasioal (Popnas) XIV/2017 Jawa Tengah cabor sepak bola akan dibuat berkesan. Penyelenggaraan cabor sepakbola di dua venue, yaitu...

Hotel Garuda Diminta Berinovasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengelola Hotel Garuda di Kopeng, Salatiga diminta giat berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Inovasi dibutuhkan untuk menarik pengunjung lebih banyak dan memaksimalkan...

3 Mobil dan 1 Bus Tabrakan, 1 Orang Tewas

UNGARAN - Kecelakaan karambol yang melibatkan tiga mobil dan satu bus terjadi di jalan tol Ungaran - Bawen tepatnya di KM 25,400, Rabu (12/7)...

Tema Gold Warnai Lamaran Gubernur Kalteng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG — Persiapan acara lamaran Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran di kediaman Yulistra Ivo Azhari, 25, Kompleks Perumahan PU Pengairan Jalan Ngesrep...

51 Bukti Dalam Gugatan Intidana

SEMARANG – Sebanyak 51 bukti diajukan dalam gugatan yang diajukan bos Kapas Selection Heryanto Tanaka melawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana terkait penempatan dana anggota sebesar...