33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Dihijaukan agar Wisatawan Betah

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Kota Lama Semarang terus bersolek dalam upaya menuju situs warisan dunia UNESCO. Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) telah menanam 40 batang pohon jenis Pule untuk menghijaukan salah satu destinasi wisata di Semarang tersebut.

Penghijauan dilakukan untuk membuat kawasan tertua di kota Lunpia itu menjadi lebih hijau dan asri. Sehingga satu tahun ke depan akan terlihat sejuk dan rindang. ”Pemkot Semarang mereboisasi Jalan Letjend Suprapto yang membelah Kota Lama dengan menanam sekitar 40 batang pohon jenis Pule,” kata Ketua BPK2L, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Hevearita yang juga Wakil Wali Kota Semarang ini menyampaikan, penanaman dilakukan hanya pada titik tertentu sebagai upaya menghindari kerusakan jika pohon nantinya tumbuh besar. Penanaman bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). ”Diharapkan dalam dua minggu pohon tersebut sudah mulai tumbuh daunnya. Sehingga akan tampak ijo royo-royo dan tidak gersang,” katanya.

Penanaman pohon Pule sebagai upaya kembali menghidupkan Kota Lama Semarang, menyusul pavingisasi dan penentuan larangan kendaraan umum masuk seperti di Jalan Kepodang. ”Wisatawan akan betah berlama-lama jika nanti sudah terlihat rindang jalanannya, sembari menunggu dana hibah dari provinsi kita lakukan perlahan apa yang bisa dikerjakan dulu,” ujarnya.

Ke depan, menurut Ita, sapaannya, selain penanaman pohon, Jalan Letjend Suprapto juga akan ditutup. Penutupan masih menunggu pembangunan satu kantong parkir sebagai fasilitas bagi beberapa bangunan kantor dan warung agar akses tak terganggu.

Salah satu pengunjung Kota Lama, Steve Kusuma, mengaku senang dengan penanaman pohon Pule di Jalan Letjend Suprapto. Dia berharap pohon tersebut dapat dirawat dan bermanfaat untuk membuat lebih sejuk kawasan Kota Lama. ”Jika rindang dan teduh apalagi nanti informasinya akan ditutup akses kendaraan di Jalan Letjend Suprapto maka akan terlihat asri layaknya bangunan di luar negeri dengan gedung kuno,” katanya.

Saa ini Kota Lama Semarang tengah disiapkan menjadi tujuan wisata unggulan. Penyiapan dilakukan dengan melakukan perbaikan pada gedung-gedung cagar budaya yang berada di kawasan Kota Lama. BPK2L Semarang menyiapkan Rp 66 miliar dari APBD untuk perbaikan menyeluruh pada 2017.

Selasa-Rabu (23-24/5) tim Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah ASEAN, Kementerian Pariwisata menggelar Bimtek Sinkronisasi Pasar ASEAN dengan para Kadispar se-Jateng dan asosiasi, seperti PHRI, Asita, dan BPPD di Hotel Aston Semarang.

”Kota Lama Semarang ini banyak cerita, banyak sejarah, juga banyak legenda, yang bisa menjadi storyline yang bagus. Semua penuh cerita, karena pariwisata itu adalah cerita, apa yang bisa diceritakan kembali ke publik,” papar Rizky Handayani, Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN Kemenpar.

Dia memaparkan karakter dan detail originasi ASEAN. Seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Vietnam. Empat kawasan yang dianggap punya potensi besar untuk digarap. ”Itu yang di-matching-kan dengan ketersediaan atraksi di destinasi, agar promosinya makin pas,” katanya. (ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Yevi Widya Rahayu Butuh Transfusi 21 Liter Darah karena Plasenta Akret

YEVI Widya Rahayu mengingat potongan kejadian 16 bulan lalu. Kata demi kata dia keluarkan. Sesekali suaranya bergetar karena mengenang kelamnya kejadian saat dia mengandung anak...

Suporter Juga Cukup Dirugikan

KETIDAKJELASAN Jadwal pelaksanaan babak delapan besar Liga 2 ternyata dampaknya juga cukup dirasakan oleh dua kelompok suporter setia PSIS Semarang yaitu Panser Biru dan...

Berbahaya

RADARSEMARANG.COM - Seorang wanita menyeberang jembatan di Sungai Berok dengan hati-hati, Rabu (10/1). Jembatan penghubung di Jalan Inspeksi kawasan Berok tersebut sudah lama rusak...

Lowongan Perawat RSUD Paling Diminati

WONOSOBO - Sebanyak 139 pelamar tenaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD KRT Setjonegoro mengikuti ujian tertulis di Fakultas Tarbiyah Unsiq Wonosobo, Selasa (6/11)....

Logo Kota Pekalongan Baru Tapi Lama

PEKALONGAN - Setelah melalui beberapa proses, Pemerintah Kota Pekalongan akhirnya mengembalikan lambang daerah dari logo baru (bulat) menuju ke logo yang lama. Acara peluncuran...

Mantan Sekretaris Demokrat Merapat ke Rudi-Dance

SALATIGA - Setelah mantan pengurus PKS Kota Salatiga, Suhadi, merapat ke Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga, Agus Rudianto dan Dance Ishak...