31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Widhi Deklarasi Jadi Bacawagub

SEMARANG – Ketua Dewan Pemimpin Wilayah (DPW) Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Ganti) Jateng, Widhi Handoko melakukan deklarasi sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jateng di Gumaya Tower Hotel, Jumat (26/5). Dia mengaku akan maju dalam bursa Pilgub 2018 mendatang lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

”Ganti merupakan organisasi sayap PDIP. Saya sudah mendapat izin dari DPP Ganti, sekaligus DPP PDIP,” ucap Widhi yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Kemaritiman DPP PDIP. Meski udah menjadi rahasia umum jika tradisi pencalonan PDIP selalu diputuskan ketua umum, Widhi tetap pede. Dia justru ingin membuktikan bahwa ada kader dari sayap partai yang mumpuni untuk ikut andil mendampingi kepala daerah.

”Saya akan buktikan kalau kader dari sayap partai mampu berkompetisi di pemilihan kepala daerah. Ini juga menjadi bukti bahwa kaderisasi PDIP cukup sukses hingga di tingkat sayap partai,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut deklarasi yang dihadiri pengurus Ganti di 35 kabupaten/kota di Jateng, Widhi berencana akan melakukan sosialisasi di daerah. Khususnya fokus memperjuangkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Dia optimistis dengan merangkul petani dan nelayan, akan lebih mudah memenangkan Pilgub 2018. Sebab, dari datanya, 62 persen penduduk Jateng berprofesi sebagai petani dan nelayan. ”Artinya, jika kami berhasil menguasai mereka, berarti sudah punya lebih dari 50 persen suara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Ganti, Dadang Mishal Yotfie mengaku mendukung Widhi menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jateng. Dia pun mendorong agar Widhi segera melakukan pendaftaran di DPD PDIP Jateng.

Dadang pun berpesan kepada Widhi agar segera mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. ”Ada tiga hal yang harus dipersiapkan. Yaitu strategi, sinergi, dan energi. Pengoptimalan tim juga perlu dikerahkan menjelang pilgub,” bebernya.

Di lain pihak, Wakil Sekretaris DPD PDIP Jateng, Ahmad Ridwan mengaku belum tahu-menahu mengenai mekanisme pendaftaran dan penjaringan bakal calon wakil gubernur. Pihaknya pun masih menunggu arahan dari DPP PDIP terkait hal tersebut. ”Belum tahu kapan dan di mana pendaftaran dibuka. Hingga saat ini masih menunggu petunjuk dari DPP PDIP,” terangnya.

Menurutnya, jika ada kader yang ingin tampil sebagai bakal calon gubernur atau wakil gubernur, tidak ada masalah. Hanya saja, harus mengikuti aturan main partai. ”Itu sah-sah saja kok. Ini kan negara demokrasi,” ucapnya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here