Dihijaukan agar Wisatawan Betah

  • Bagikan
SUPAYA ADEM: Pengendara melintas di Jalan Letjend Suprapto, Kota Lama Semarang yang ditanami 40 pohon Pule sebagai upaya menghijaukan kawasan tersebut. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
SUPAYA ADEM: Pengendara melintas di Jalan Letjend Suprapto, Kota Lama Semarang yang ditanami 40 pohon Pule sebagai upaya menghijaukan kawasan tersebut. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Kota Lama Semarang terus bersolek dalam upaya menuju situs warisan dunia UNESCO. Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) telah menanam 40 batang pohon jenis Pule untuk menghijaukan salah satu destinasi wisata di Semarang tersebut.

Penghijauan dilakukan untuk membuat kawasan tertua di kota Lunpia itu menjadi lebih hijau dan asri. Sehingga satu tahun ke depan akan terlihat sejuk dan rindang. ”Pemkot Semarang mereboisasi Jalan Letjend Suprapto yang membelah Kota Lama dengan menanam sekitar 40 batang pohon jenis Pule,” kata Ketua BPK2L, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Hevearita yang juga Wakil Wali Kota Semarang ini menyampaikan, penanaman dilakukan hanya pada titik tertentu sebagai upaya menghindari kerusakan jika pohon nantinya tumbuh besar. Penanaman bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). ”Diharapkan dalam dua minggu pohon tersebut sudah mulai tumbuh daunnya. Sehingga akan tampak ijo royo-royo dan tidak gersang,” katanya.

Penanaman pohon Pule sebagai upaya kembali menghidupkan Kota Lama Semarang, menyusul pavingisasi dan penentuan larangan kendaraan umum masuk seperti di Jalan Kepodang. ”Wisatawan akan betah berlama-lama jika nanti sudah terlihat rindang jalanannya, sembari menunggu dana hibah dari provinsi kita lakukan perlahan apa yang bisa dikerjakan dulu,” ujarnya.

Ke depan, menurut Ita, sapaannya, selain penanaman pohon, Jalan Letjend Suprapto juga akan ditutup. Penutupan masih menunggu pembangunan satu kantong parkir sebagai fasilitas bagi beberapa bangunan kantor dan warung agar akses tak terganggu.

Salah satu pengunjung Kota Lama, Steve Kusuma, mengaku senang dengan penanaman pohon Pule di Jalan Letjend Suprapto. Dia berharap pohon tersebut dapat dirawat dan bermanfaat untuk membuat lebih sejuk kawasan Kota Lama. ”Jika rindang dan teduh apalagi nanti informasinya akan ditutup akses kendaraan di Jalan Letjend Suprapto maka akan terlihat asri layaknya bangunan di luar negeri dengan gedung kuno,” katanya.

Saa ini Kota Lama Semarang tengah disiapkan menjadi tujuan wisata unggulan. Penyiapan dilakukan dengan melakukan perbaikan pada gedung-gedung cagar budaya yang berada di kawasan Kota Lama. BPK2L Semarang menyiapkan Rp 66 miliar dari APBD untuk perbaikan menyeluruh pada 2017.

Selasa-Rabu (23-24/5) tim Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah ASEAN, Kementerian Pariwisata menggelar Bimtek Sinkronisasi Pasar ASEAN dengan para Kadispar se-Jateng dan asosiasi, seperti PHRI, Asita, dan BPPD di Hotel Aston Semarang.

”Kota Lama Semarang ini banyak cerita, banyak sejarah, juga banyak legenda, yang bisa menjadi storyline yang bagus. Semua penuh cerita, karena pariwisata itu adalah cerita, apa yang bisa diceritakan kembali ke publik,” papar Rizky Handayani, Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN Kemenpar.

Dia memaparkan karakter dan detail originasi ASEAN. Seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Vietnam. Empat kawasan yang dianggap punya potensi besar untuk digarap. ”Itu yang di-matching-kan dengan ketersediaan atraksi di destinasi, agar promosinya makin pas,” katanya. (ric/ce1)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *