33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

6.032 Botol Miras Dimusnahkan

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

SEMARANG – Sebanyak 6.032 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dimusnahkan Polrestabes Semarang di Lapangan Mapolrestabes Semarang, Jumat (26/5). Selain ribuan botol miras bermerek, petugas juga memusnahkan 15 jeriken yang berisi miras jenis tuak, ciu, dan oplosan.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Setija Nugraha menyampaikan, pemusnahan ribuan botol miras ini diharapkan mampu meningkatkan suasana kondusif warga Kota Semarang, khususnya umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. ”Kegiatan Operasi Cipta Kondisi ini tidak akan berhenti sampai di sini, karena penyakit masyarakat itu akan selalu ada. Jadi kita melakukan mulai dari sebelum dan selama bulan Ramadan hingga setelah Lebaran nanti,” ungkapnya.

Setija menambahkan, peningkatan jumlah miras dari tahun lalu bisa dilihat dari dua sisi. Di 2016 lalu sebanyak 4.695 botol dimusnahkan, dan di tahun ini kepolisian berhasil menyita miras dengan peningkatan yang cukup tinggi.

”Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, ada dua sisi yang bisa kita diambil. Pertama kinerjanya semakin baik, yang kedua peredaran masih ada dan semakin banyak, dan tentunya kita akan terus melakukan tindakan tersebut dengan harapan selama bulan Ramadan seluruhnya bisa kondusif,” paparnya.

Ribuan botol miras tersebut merupakan hasil temuan dari Operasi Cipta Kondisi menjelang Ramadan yang dilaksanakan jajaran Polrestabes Semarang dalam kurun waktu 10 hari, yakni mulai 14-24 Mei.

Dalam operasi tersebut, ada 42 kasus, dan 152 penjual miras yang dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Operasi ini akan terus dilakukan kepolisian, karena penyakit masyarakat tidak memandang waktu.

Pemusnahan ribuan miras itu dilakukan dengan melindasnya menggunakan alat berat yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, didampingi Wakapolrestabes Semarang, AKBP Setija Nugraha.

Hendi -sapaan akrab Wali Kota- menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polrestabes Semarang yang berhasil menyita dan memusnahkan ribuan botol miras tersebut. Pasalnya, barang bukti yang diamankan jumlahnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni 2016 sebanyak 4.695, tahun ini mencapai 6.032.

”Ada dua sisi, kepolisian kinerjanya luar biasa dengan menyita lebih banyak dari tahun kemarin. Tapi ini juga menandakan bahwa distribusi miras di Kota Semarang masih cukup banyak, bisa dilihat dari hasil operasi ini,” bebernya. (tsa/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Petungkriyono Kiblat Wisata Pekalongan Masa Depan

PEKALONGAN - Gunung Petungkriyono menyimpan sejuta pesona. Alam yang masih asri dengan panorama indah membuat kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan jadi destinasi wisata....

Rancang Sister City Salatiga dan Jepang

SALATIGA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi program EASE (East Asia Student Encounter), jalinan kerjasama antara Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dengan...

Muhammad Nur Huda yang Hobi Pelihara dan Beternak Reptil Mematikan

WAKTU kecil, Muhammad Nur Huda sering ikut sang ayah ke sawah dan kebun di desanya. Dari sanalah pertemuan pertamanya dengan berbagai jenis hewan melata....

Curi Motor untuk Lebaran

KEBUMEN – Polsek Padureso Polres Kebumen berhasil membekuk pelaku pencurian kenadaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga Padureso. Pria berinisial NK, 22, warga Grabak Purworejo harus...

Dampingi Warga Manfaatkan Toga

MUNGKID—Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang melakukan pendampingan dan inovasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) di Desa Sumberrejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang....

Temukan Cacing Hati dan Gilig di Daging Kurban

SEMARANG- Petugas Dinas Pertanian Kota Semarang menemukan cacing gilig dan cacing hati di daging sapi dan kambing kurban yang disembelih di Masjid Agung Jawa...