33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Viral di Medsos, Biaya Sekolah Dibayar Lunas

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Nur Abadiah, siswi kelas XII, SMK 2 Yapenda Wiradesa, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, kini bisa tersenyum lega, sudah bisa mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Setelah sebelumnya diviralkan di media sosial, lantaran tidak boleh mengikuti UAS karena tidak membayar uang sekolah selama satu tahun sebesar Rp 3,4 juta.

Sejak kasusnya diunggah di media sosial (medsos) Senin (22/5) lalu, dengan komentar lebih dari 7 ribu dan dibagikan sebanyak 7.617, serta dimuat di media massa, memantik kepedulian banyak pihak. Bantuan yang datang ke sekolah terus mengalir. Ada dua orang yang mengaku hamba Allah, Rabu (24/5) kemarin, telah membayar lunas uang sekolahnya sebesar Rp 3,4 juta dan seorang membayar lunas biaya pendidikannya hingga satu tahun ke depan.

Nur Abadiah yang sempat stres dan tidak ingin masuk sekolah lagi karena malu dicemooh teman-temannya, kini sudah mulai surut. Bahkan, rasa percaya dirinya tumbuh kembali, sejak guru dan keluarganya memberikan motivasi untuk kembali ke sekolah.

Bahkan pihak sekolah menyakinkan Nur Abadiah, bahwa biaya sekolahnya sudah dibayar oleh hamba Allah hingga sekolahnya selesai atau hingga kelas III mendatang, termasuk biaya ujian dan biaya lainnya.

Muhamad Ariyanto, kakak kandung Nur Abadiah yang biasa dipanggil Ari, mengungkapkan bahwa sehari setelah adiknya tidak boleh mengikuti UAS karena belum membayar uang sekolah dan ramai di media sosial serta dimuat di media massa, banyak warga yang menelepon dirinya untuk memberikan bantuan. Bahkan, ada yang datang ke rumah maupun ke SMK 2 Yapenda Wiradesa, di Wiradesa.

Namun warga masyarakat yang ingin membantu adiknya membayar biaya sekolah, disarankan untuk datang langsung ke SMK 2 Yapenda Wiradesa. “Ada beberapa orang yang datang ke SMK 2 Yapenda Wiradesa. Mereka telah membantu biaya sekolah adik saya. Sehingga sekarang Nur Abadiah, sudah bisa kembali ke sekolah dan mengikuti UAS dengan baik,” ungkap Ari ketika ditemui di rumahnya Jalan Cendrawasi, Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kamis (25/5) kemarin.

Ari juga menjelaskan bahwa sebenarnya adiknya tidak diusir oleh pihak sekolah saat pelaksanaan UAS. Hanya dipanggil oleh kepala sekolah, agar menyelesaikan pembayaran uang sekolah yang belum dibayar selama satu tahun. “Karena tidak punya uang, maka pulang,” kata Ari.

Sementara itu, Kepala SMK 2 Yapenda Wiradesa, Mochtar, membenarkan bahwa uang sekolah Nur Abadiah sudah ada yang membayar. Moctar juga menegaskan bahwa di sekolahnya tidak ada siswa yang diusir karena tidak membayar uang sekolah. “Namun karena malu, siswa tersebut pulang dengan sendirinya,” elak Mochtar.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Semarang pada Senin (22/5) lalu, Nur Abadiah, siswi kelas XII, SMK 2 Yapenda Wiradesa, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, merupakan anak yatim. Sedangkan ibunya sedang sakit jantung dan kakaknya hanya tukang pijat keliling. Sehingga Nur Abadiah yang tidak mampu membayar uang sekolah selama setahun, dipanggil oleh pihak sekolah saat mengikuti UAS. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tahun Ini, Target Bangun 18 RTH Publik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan menambah 18 titik taman di tahun 2018 ini. Rencana ini merupakan bentuk komitmen pemkot untuk memenuhi kuota Ruang...

Dewangga Buka Layanan Haji Plus

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Program haji plus akan menarik minat masyarakat, setelah pemerintah mengeluarkan waktu daftar tunggu bagi haji regular hingga 21 tahun. Sedangkan bagi haji plus,...

Bangun Pariwisata, Hendi Gandeng Tiongkok

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejarah Cheng Ho di Kota Semarang menjadi salah satu daya tarik Pemerintah Kota Nanjing, Tiongkok, untuk bekerjasama dengan Pemkot Semarang. Utamanya...

Begitu Jarang Abaya

Oleh Dahlan Iskan Parit gila itu Alhamdulillah. Tidak jadi dibangun. Atau belum jadi. Bahkan mungkin tidak akan jadi. Keadaan sudah agak berubah. Setelah pembunuhan wartawan Jamal...

Sekap Pembantu, Kuras Harta Benda

KEBUMEN—Aksi perampokan terjadi di rumah milik Zulhani, 50, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Pejagoan, yang terletak di Desa Kemangguan Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, Rabu...

Ganti Ban, Sopir dan Kernet Tewas

MUNGKID - Kecelakaan tunggal yang melibatkan truk pasir AA 1962 FB terjadi di jalur Muntilan - Dukun. Tepatnya di Jalan Talun kilometer 1 Dusun...