33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Empat Kios PKL Ludes Terbakar

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Empat kios pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Citarum, tepatnya di depan RS Pantiwilasa Citarum ludes terbakar, Kamis (25/5) sekitar pukul 16.45 kemarin. Penyebab kebakaran diduga dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kebakaran menimpa PKL Bakmi Jowo milik Warni, warga Citarum, Bugangan; kios kelontong milik Parmi, warga Pesanggrahan Mlatibaru, warung nasi kucing milik Sapuan, warga Kaligawe, dan warung makan milik Suniah, warga Gayamsari.

Baca Juga : 450 PKL Barito Tolak Relokasi

Saksi mata Dwi Cahyo, warga Tlogosari mengaku mengetahui kebakaran itu saat dirinya melintas di Jalan Citarum mengendarai sepeda motor usai melihat dugderan di Pasar Johar. Sampai di lokasi, ia melihat ada percikan api di kios kelontong milik Parmi. ”Saat saya lewat  tanpa sengaja melihat ada percikan api di atap kios kelontong,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (25/5).

Melihat itu, Cahyo lantas menepi dan memberitahu warga. Sontak, warga dan pemilik kios panik dan langsung berhamburan. Mereka mencoba melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya.

Menurut Cahyo, api yang tadinya menyala kecil, semakin membesar lantaran tiupan angin kencang. Akibatnya, api terus membesar dan merembet ke kios di samping kanan dan kiri.

Salah satu anak pemilik kios yang terbakar, Ragil, warga Pesanggrahan, Mlatibaru mengaku tidak tahu persis awal kebakaran tersebut. Ia mendapat kabar setelah kios ibunya ludes terbakar. ”Saya tidak tahu, hanya dikabari. Kerugiannya belum tahu, semuanya ludes terbakar,” katanya sambil mendekap ibunya yang terus menangis.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widya S, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun demikian, salah satu saksi di lapangan mengaku mendengar suara ledakan keras di salah satu kios yang terbakar. ”Masih diselidiki, belum tahu dari kios mana. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lapangan,” ujarnya.

Anggota Bidang Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Sugiono, mengatakan, kobaran api berhasil dijinakkan setelah lima mobil  blanwir Dinas Kebakaran Kota Semarang tiba di lokasi kejadian. ”Ada empat kios yang hangus terbakar. Dua lainnya kena imbas sedikit. Kalau kerugiannya kira-kira Rp 50 juta sampai Rp 60 juta,” bebernya.

Komandan Peleton III Dinas Kebakaran Kota Semarang, Bambang, mengatakan kobaran api berhasil dipadamkan setelah pihaknya berjibaku selama kurang lebih satu jam. ”Ada lima unit mobil pemadam yang diterjunkan untuk memadamkan api. Tidak ada kendala,” katanya.

Sugiono menambahkan, Kamis (25/5) sekitar pukul 12.30 kemarin, kebakaran juga terjadi di Perumahan Graha Ametia Blok 2 No 23 Ngaliyan. ”Kebakaran terjadi di rumah milik Bu Wahid. Tapi hanya sebagian. Kebakaran akibat kompor meledak,” ujarnya. (mha/aro/ce1)

Berita sebelumya450 PKL Barito Tolak Relokasi
Berita berikutnyaObsesi Jadi Psikolog

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...