33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Dua Rival Tak Diakomodir dalam Kepengurusan Peradi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Total ada 158 advokat yang duduk di kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang versi pimpinan pusat Fauzi Yusuf Hasibuan. Jumlah tersebut dibagi dalam 5 Surat Keputusan (SK), yang terbagi ke dalam SK nomor 54 berisi tentang pengangkatan pengurus dan dewan penasihat. Kemudian SK nomor 59 untuk pengangkatan pengurus pusat bantuan hukum, dilanjut SK nomor 49 tentang dewan kehormatan unsur independen yakni, akademisi dan tokoh masyarakat.

Selain itu, masih ada SK nomor 48 tentang dewan kehormatan dari internal advokat, terakhir adalah SK nomor 50 tentang komisi pengawas Peradi Semarang. Namun demikian dari kelima SK tersebut, dipastikan nama dua rival pemenang dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II pada 8 April lalu, yakni Sunarto dan Rahmulyo Adi Wibowo tak masuk dalam kepengurusan.

”Sunarto dan Rahmulyo tidak masuk dalam kepengurusan kita. Tapi untuk pendukung kedua rival diakomodir masuk dalam kepengurusan, jumlah total untuk pengurus ada 117 ditambah dewan penasihat 21. Kalau total 5 SK ada 158 mulai advokat, akademisi dan tokoh masyarakat,” kata Ketua DPC Peradi Semarang, Reza Kurniawan didampingi sejumlah pengurusnya, Kamis (25/5).

Reza mengaku kepengurusan tersebut lebih gemuk dari kepengurusan sebelumnya. Ia juga mengedepankan kalau Peradi tak pecah karena hanya ada satu yakni kepengurusan pihaknya. Usai dilantik DPN Peradi awal Juni mendatang, pihaknya memastikan semua visi dan misi saat Muscab akan dijalankan, sehingga advokat bisa lebih solid dan menyatu.

”Kepengurusan yang terbaru di Semarang ada tambahan komisi pengawas dan dewan kehormatan, karena dulu hanya ada di tingkat nasional,” sebutnya.

Sekretaris Peradi Semarang, Noer Kholis menambahkan, peran dewan kehormatan ditambah dari akademisi dan tokoh masyarakat, bertujuan untuk menilai dan menentukan advokat itu dianggap melanggar kode etik atau tidak. ”Dewan kehormatan ada 3 advokat, ditambah akademisi 1 dan tokoh masyarakat 1. Dasarnya ada dalam amanah AD-ART Peradi,” imbuhnya.

Sedangkan tugas Komisi Pengawas, lanjut Kholis, bertujuan untuk mengawasi perilaku advokat kalau ada dugaan pelanggaran kode etik. Menurutnya Komisi Pengawas bersama Dewan Kehormatan nantinya yang berhak memeriksa advokat yang melanggar kode etik advokat. ”Jadi keduanya fokus di kode etik, bisa juga dikatakan hakimnya di organisasi advokat,” ujarnya.

Kholis memastikan, dari total 1.466 anggota yang terdata di Peradinya, akan ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya, termasuk agenda kajian-kajian hukum juga akan dimaksimalkan. Terkait apakah masih bergabung di Advokat Jateng Bersatu (AJB), pihaknya menyatakan kewenangan tersebut masing-masing personal advokatnya, sedangkan secara organisasi diakuinya tidak ada.

”Peradi intinya cuma satu ini, jadi yang lain bukan Peradi. Mengenai sebagian anggota masuk ke organisasi advokat lain, kita tetap berharap semua kembali lagi ke induk Peradi yang kami pimpin,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Peradi Semarang, Jawade Hafiz menilai, fenomena penegakan hukum persoalan ada pada semua komponen advokat. Untuk itu pihaknya menyatakan perlu ada penegakan disiplin di internal advokat.

”Nanti akan diberikan pemahaman yang benar untuk seluruh advokat, penegakan kode etik itu perlu. Kami juga akan mengedepankan upaya preventif dahulu terkait pelanggaran kode etik, sehingga semua advokat tidak main-main,” sebutnya. (jks/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Persik Siap Arungi Putaran Nasional

KENDAL – Klub sepakbola kebanggaan masyarakat Kendal, Persik, siap mengarungi putaran Liga 3 Indonesia tingkat Nasional dalam waktu dekat. Terlebih tim besutan Ahmat Yasin...

Kapolres : Kritik Untuk Layanan Lebih Baik

BATANG - Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga beserta Ketua Bhayangkari Batang melakukan kunjungan Kerja di Polsek Gringsing, Selasa (28/11). Kunjungan ini dalam rangka...

Tuntut Cabut PP Sistem Pengupahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Hari buruh 1 Mei atau May Day, diperingati ribuan pekerja Jateng dengan menggelar aksi di sejumlah titik. Di depan kantor Gubernur Jawa...

Puncak Mudik, Pantura Macet 15 Kilometer

KAJEN-Meski jalur tol fungional Pemalang-Batang telah difungsikan, namun kemacetan panjang masih terjadi di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Peklaongan. Kemacetan panjang mencapai 15 kilometer terjadi...

Pers Harus Mencerdaskan dan Tangkal Berita Hoax

KENDAL - Kehadiran insan pers di Indonesia harus bisa mencerdaskan rakyat. Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tapi harus mampu menjadi penangkal munculnya informasi bohong...

Dua Kapolsek Diganti

UNGARAN – Dua kepala polisi sektor (Kapolsek) dan Kasat Sabhara di lingkungan Polres Semarang mengalami perubahan, Jumat (7/4). Mutasi jabatan tersebut bagian dari pembinaan...