33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Perbaiki Lampu, Sutikno Derita Luka Bakar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG — Nasib nahas menimpa Sutikno, 42, warga Gubug Kabupaten Grobogan. Maksud hati ingin mengganti lampu sorot papan nama Rumah Makan (RM) Lombak Idjo di Jalan Dr Setiabudi Nomor 63 Semarang, ia hampir saja kehilangan nyawanya karena tersengat listrik. Meski begitu, Sutikno harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Hermina Banyumanik untuk mendapatkan perawatan lantaran sekujur tubuhnya mengalami luka bakar serius.

Peristiwa ini terjadi Rabu (24/5) sekitar pukul 12.00. Saat itu, Sutikno dan rekannya mendapat pekerjaan mengganti lampu di papan nama yang padam. Sutikno kebagian tugas memanjat di pucuk papan nama dan mengganti lampu. Tanpa disadari, ia menyenggol kabel listrik tegangan 20.000 volt yang letaknya dekat dengan papan nama rumah makan.

”Tiba-tiba terdengar suara duaar, keras sekali. Saya saat itu lagi lautan (istirahat siang, Red), mau buka makanan di pos security, langsung terpental,” tutur Wandi, penjaga keamanan rumah makan yang pos jaganya berada di bawah papan nama.

Ketika melihat ke atas, ia melihat Sutikno tampak lemas di atas tiang papan nama. Sejumlah luka bakar tampak di tubuhnya. Meski demikian, Sutikno masih sadar dan berusaha berpegangan tiang agar tidak jatuh.

Dahsyatnya peristiwa ini terlihat dari kerasnya ledakan dan menyebabkan kabel udara tegangan menengah (KUTM) 20 KV dengan diameter sekitar 1,5 sentimeter langsung putus. Beruntung arus listrik seketika ikut padam ketika kabel terputus sehingga Sutikno tidak tersengat listrik lebih lama di atas tiang.

Warga yang mendengar suara ledakan langsung berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Tapi mereka tidak berani terlalu mendekat dan menolong korban karena ada kabel listrik yang menjuntai ke tanah. ”Untung orangnya (Sutikno, Red) kuat, meski tubuhnya terbakar tapi masih kuat berpegangan di atas agar tidak jatuh,” tambah Wandi.

Lebih dari 20 menit Sutikno berada di atas tiang papan nama sambil menahan rasa sakit. Petugas PLN yang datang ke lokasi kejadian harus ekstra hati-hati ketika akan menurunkan Sutikno yang sudah tampak lemas. Begitu berhasil diturunkan dengan tali, Sutikno langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kapolsek Tembalang, Kompol Retno Yuli menyatakan bahwa peristiwa tersebut, diduga akibat korban kurang berhati-hati dalam melakukan pekerjaan tersebut. Lantaran di sekitar baliho terdapat jaringan kabel listrik bertegangan tinggi. ”Saat melakukan pekerjaan, tanpa sengaja kepala korban menyentuh kabel bertegangan tinggi yang mengakibatkan trafo meledak dan korban terpental dan tersengat listrik. Beruntungnya korban memakai tali pengamanan,” ungkapnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan perawatan. Korban mengalami luka bakar di bagian wajah, dada dan lengan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan pekerjaan. ”Hingga sore ini, kondisi korban sudah membaik, sudah lancar diajak komunikasi, tapi masih lemah,” pungkasnya. (ton/mha/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PMI Kirim Bantuan ke Banjarnegara

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Batang mengirimkan bantuan korban gempa di wilayah Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara. Tim beserta bantuan logistik langsung diberangkatkan pada...

Seni Mengelola Kelas di Sekolah Dasar

RADARSEMARANG.COM - PEMBELAJARAN yang efektif tidak akan terjadi apabila pengelolaan kelas kurang baik. Terutama pada pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Dapat dibayangkan bagaimana mungkin...

Sabrina Landing di Ruang Sidang

Oleh Dahlan Iskan Sudah lama Sabrina ditunggu Amerika. Di bandara-bandara negeri adikuasa itu. Tapi tumben. Selama tahun 2018 Sabrina tidak sekali pun ke Amerika. Direktur Keuangan...

Mirna Minta OPD Bergerak Aktif

KENDAL — Pembangunan di wilayah Kendal bisa berjalan lancar sesuai dengan visi, misi dan harapan masyarakat. Syaratnya, semua pihak harus bahu-membahu dan bergotong royong,...

Sekolah Sediakan Sarapan Gratis

KENDAL—Berbagai hal disiapkan sekolah untuk menyemangati siswanya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Seperti yang dilakukan SMP Negeri 1 Brangsong yang menyiapkan sarapan dan...

19 Komunitas Bersinergi Tangani Banjir dan Rob

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Persoalan rob di Pekalongan menjadi perhatian sejumlah kalangan. Tak terkecuali 19 komunitas dari berbagai kota yang ikut andil memikirkan penanganan rob...