33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Cegah Radikalisme dari Masjid

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Pemahaman tentang radikalisme sering disusupkan dalam kegiatan masyarakat. Karena itu, peran masjid menjadi penting untuk mencegahnya.

Hal ini dikatakan oleh Dewan Pembina Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Ali Mufiz, di sela-sela seminar nasional Peran Masjid dalam Penanggulangan Radikalisme, Terorisme dan Intoleran di MAJT, Rabu (24/5) kemarin.

Pembicara dalam seminar tersebut, Masdar Farid Masudi dari (PBNU), Guru Besar UIN Walisongo Abdul Jamil dan Ahmad Rofiq MA (Direktur Pascasarjana UIN), dan Pangdam Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman. Seminar ini diikuti ratusan audiens dari berbagai kalangan mulai dari penegak hukum, tokoh masyarakat dan lainnya.

Ali Mufiz melanjutkan bahwa pelembagaan radikalisme dan terorisme cukup cepat. Peranan masjid dan pemuka agama yakni, alim ulama atau kiai menjadi penting, karena masjid menjadi pusat kegiatan masyarakat. ”Peran pertama dari ulama mencegah radikalisme adalah dengan memberikan pemahaman kepada umat. Bila masjid jadi tempat persemaian radikalisme fanatisme hingga radikalisme, maka itu salah kaprah yang harus dicegah oleh para kiai,” katanya.

Menurutnya, kiai merupakan sosok yang bermasyarakat, berperan besar dalam memerangi radikalisme dimulai dengan menjaga jamaah masjidnya terhindar dari pemahaman radikalisme yang masuk. ”Kiai meluruskan pandangan masyarakat tentang paham radikalisme,” tambahnya.

Oleh karena itu, kerja sama yang bagus antara ulama dan unsur-unsur yang lain menjadi salah satu cara. Di Jawa Tengah memiliki 37 ribu masjid. Apabila per masjid jumlah jamaah minimal 500 orang, maka besar kesempatan untuk menahan tumbuhnya radikalisme. ”Jangan membiarkan paham-paham radikalisme masuk kalangan jamaah masjid. Kita harus memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya

Adapun media massa, lanjutnya, harus membantu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang kegiatan radikalisme. Baginya, kegiatan radikalisme itu sifatnya terselubung, tidak mungkin terang-terangan dilakukan di depan umum.

Sementara itu, Pangdam IV/Kodam Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rawan konflik. Hal ini tidak dapat dihindari, namun bagaimana masyarakat menjaga negara ini dengan menanamkan sikap saling toleransi.

”Minoritas itu melengkapi mayoritas dan sebaliknya. Jangan sampai ada kelompok yang ingin mendirikan negara sendiri. Kita pernah melewati reformasi. Saat ini, kita memasuki era demokrasi. Negara yang damai, negara yang demokratis,” pungkasnya. (mg30/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...