32 C
Semarang
Sabtu, 19 Juni 2021

Empat Tokoh Akan Maju Jalur Independen

Geliat Pilgub Jateng 2018

SEMARANG – Meski nuansa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 masih terasa adem ayem, ternyata sudah ada empat orang di Jateng yang diperkirakan akan maju menggunakan jalur independen. Sebagaimana disampaikan Komisioner KPU Jateng, Hakim Junaidi, terkait empat orang tokoh Jateng yang sudah meminta informasi terkait calon independen.

Kendati begitu, hakim enggan membeberkan nama-nama yang sudah datang ke KPU Jateng. Hanya memberikan bocoran bahwa tokoh tersebut berasal dari Banjarnegara yang mantan bupati, daerah pantura dan dua tokoh dari Kota Semarang. ”Memang ada empat orang, yang tanya persyaratan calon independen,” katanya dalam diskusi yang digelar Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Jateng, di Hotel Santika, Semarang, Rabu (24/5) kemarin.

Ia menambahkan, Pilgub Jateng akan digelar bersamaan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) di tujuh kabupaten/kota di Jateng pada Rabu, 27 Juni 2018. Yakni, Kabupaten Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Magelang. Sedangkan persyaratan dan pencalonannya, akan dimulai sejak November 2017, sedangkan untuk calon independen Januari 2018 sudah mulai dilakukan verifikasi. ”Untuk calon independen syaratnya harus mendapatkan dukungan minimal 1,7 juta dari jumlah total penduduk Jateng yang berjumlah 35 juta,” ujarnya.

Kendati begitu, KPU berharap parpol di Jateng bisa lebih cepat mengeluarkan kader terbaik sebagai calon gubernur. Kendati banyak parpol, kerap memanfaatkan injury time dalam mengenalkan dan mendaftarkan calonnya. ”Pilgub 2013, semua calon mendaftar di hari terakhir. Kami berharap tahun depan bisa lebih awal,” harapnya.

Pengamat Politik Unwahas Semarang, Joko J Prihatmoko, tidak menampik bahwa baru sebagian kecil parpol yang terang-terangan mengusung calonnya untuk bertarung di Pilgub 2018. Sedangkan PDIP yang memiliki kursi lebih dari cukup untuk mengusung calon sendiri, memilih berhati-hati pasca kekalahan calonnya dalam Pilgub DKI Jakarta. ”Ada beberapa parpol yang memunculkan nama, tapi itu semua dari pusat yang ditarik ke Jateng,” katanya.

Ia menilai lambannya parpol dalam mengusung atau memunculkan cagub jelas menjadi persoalan tersendiri. Masyarakat menjadi tidak bisa menimbang dan melihat track record masing-masing calon secara lebih mendalam. Seperti misalnya melihat latar belakang riwayat pendidikan, sosial, pekerjaan dan seluk-beluk calon tersebut. ”Ini menyebabkan pendidikan politik di masyarakat tidak maksimal. Harusnya parpol bisa memunculkan lebih cepat, agar masyarakat benar-benar tahu calon yang akan dipilih,” tambahnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Juhanah, mengaku saat ini sedang tahap perekrutan Panwas di kabupaten/kota. Pihaknya juga akan melakukan tugas pengawasan dan penindakan tegas ketika ada pelanggaran dalam Pilgub dan Pilkada 2018 mendatang. ”Masyarakat harus lebih cerdas dan bisa mengawasi, agar pilgub benar-benar bersih dan menghilangkan pelanggaran di Jateng,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Biro Pemerintahan Otonomi Daerah dan Kerjasama Pemprov Jateng, Heru Setiadie, menyatakan bahwa idealnya calon gubernur 2018 adalah yang mampu mendayagunakan potensi daerah, bisa mengatasi permasalahan di 35 kabupaten/kota, mendayagunakan birokrasi dalam meningkatkan pelayanan publik, menjabarkan program nasional dan mengejawantahkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). “Masih banyak persoalan di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemimpin Jateng ke depan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pimpinan parpol turut hadir. Mulai dari Ferry Wawan Cahyono dan Iqbal Wibisono (Golkar); Hadi Santoso (PKS); Sukirman (PKB); Bona Venteru (PDIP) serta As Sukawijaya (Partai Demokrat).

Bona menegaskan bahwa percaturan politik sangat dinamis. PDIP memang berkaca dengan Pilkada Jakarta, sehingga lebih berhati-hati dalam memunculkan dan mengusung calon. ”Kami yakin, situasi di Jateng sangat harmonis, tidak sama dengan Jakarta atau daerah lain,” tuturnya.

Kendati begitu, tandasnya, seluruh parpol telah berkumpul dan sepakat membuat blue print membangun Jateng ke depan. ”Sehingga siapa pun gubernurnya yang terpilih, dari partai manapun, harus menandatangani blue print yang dibuat bersama untuk membangun Jateng. Sehingga program pembangunan bisa terus berkesinambungan, meski gubernurnya diganti yang baru,” tandasnya.

Sedangkan Sukirman yang juga tim sukses calon yang diusung PKB, Marwan Jafar, mengaku masih membuka pintu koalisi dengan partai lain. Karena kursi PKB masih kurang untuk bisa mengusung calonnya sendiri. ”Saat ini, PKB terus melakukan konsolidasi. PKB masih terbuka untuk melakukan koalisi,” tandasnya. Sukirman juga membenarkan rencana pembuatan blue print program pembangunan Jateng yang disepakati seluruh partai.

Demikian halnya dengan AS Sukawijaya. Pihaknya, belum memunculkan nama calon, karena masih meraba-raba calon yang hendak diusung atau koalisi dengan partai lain dalam Pilgub 2018 mendatang. ”Yang pasti, Pilgub 2018 merupakan gelaran mahal. Membutuhkan anggaran Rp 1,3 triliun. Dana sebesar itu, bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendidikan. Kesehatan, sosial dan lainnya selama 3 tahun. Selain itu, Pemprov Jateng masih megap-megap membayar gaji guru,” tuturnya.

Lain halnya dengan PKS. Menurut Hadi Santoso, PKS telah memiliki mekanisme yang solid dalam pilkada. Kali ini, telah memunculkan 3 nama calon, yakni Ahmadi, Fikri Faqih dan Abdul Haris, untuk dikritisi dan dievaluasi di internal partai. ”Namun mekanisme internal, belum ada pembicaraan dengan partai lain,” tandas Hadi yang juga membenarkan penyusunan blue print Jateng.

Ferry Wawan dari Golkar merasa bersyukur dengan adanya kesepakatan menyusun blue print untuk kemajuan Jateng. ”Karena goreng-menggoreng isu menjelang pilkada, akan merusak budaya turun-temurun yang telah kuat. Sehingga dengan adanya komitmen antarpartai, turut menjaga kondisi Jateng yang kondusif. Selain itu, bisa duduk bareng untuk memperkuat regulasi,” tandasnya. (fth/ida/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here