33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Tertantang Tari-Tari Tradisional

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KENANSA Anjani NS merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dari masa kuliah, ia aktif menari tari tradisional dan tampil pada banyak kesempatan. Hingga saat ini Kenansa yang sedang koas (asisten dokter) di RSUP Dr Kariadi terus menyempatkan diri untuk tampil menari.

Dari kecintaanya terhadap tari tradisional, dara kelahiran Jakarta 28 Agustus 1994 ini pernah menjadi salah satu duta budaya dari Indonesia untuk misi budaya ke Perancis dan Spanyol selama 40 hari. ”Pernah ditunjuk jadi salah satu duta budaya dari Undip tahun 2015. Selama di sana, aku ikut festival-festival budaya internasional di Kota Morcenx, St Vincent, Mimizan, Bretagne, Normandie, Le Pouliguen, La Baule, St Nazaire, Nantes, Pornichet, Pontorson, St James, Villedieules Poèles, Plozevet, Bakio, Valladolid, dan terakhir di Kedutaan Besar Indonesia di Paris,” katanya.

Gadis yang hobi traveling ini, tidak hanya tampil membawakan tari tradisional Jawa, namun juga Bali, Kalimantan, dan Sumatera. Padahal pada mulanya, Kenansa merupakan penari balet yang lambat laun tertarik dengan tari tradisional.

”Pertama kali mengenal dunia tari di Sanggar Ballet Sumber Cipta (by Farida Oetoyo) Jakarta. Lalu waktu tingkat SD pindah sanggar ke Namarina Dance Academy, karena sama-sama kurikulum silabusnya dari RAD (Royal Academy of Dance) Ballet London,” ujarnya.

Ia menari balet, hingga tingkat SMA. Kenansa kemudian mulai tertarik dengan tari tradisional setelah melanjutkan studi ke Semarang di FK Undip dengan mengikuti Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) tari di fakultasnya. ”Ketika Semester dua jadi mahasiswi kedokteran, itu awal tahun 2013. Kemudian ikut UPK Tari FK Husada Budaya. Setelah beberapa kali latihan, aku dipilih buat tampil dalam rangka Dies Natalies Undip ke-57 di acara Ketoprak Spektakuler sebagai putri keraton menarikan tari Bedhaya,” kata putri pertama dari Mujianto-Maria Hasmanizar ini.

Dalam pentas itu, lanjut Kenansa, juga diikuti oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Prof Soedharto (Rektor Undip saat itu), dan beberapa dosen FK sebagai tokoh dalam ketoprak tersebut. ”Alhamdulillah lancar dan semakin tertarik untuk belajar budaya tradisional Indonesia. Setelah itu aku menerima tawaran tampil,” ujarnya.

Selama menggeluti dunia tari, ia memiliki tantangan mulai jadwal kegiatan akademik dan nonakademik sebagai mahasiswa. ”Beragam jenis tarian Indonesia yang berbeda-beda karakter dan teknik, menjadi tantangan tersendiri. Termasuk bahasa daerah, jika harus berdialog. Tapi itu semua bisa teratasi dengan latihan terus-menerus,” pungkasnya. (mg30/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...