33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Pemerintah Perlu Beri Kemudahan Pelaku UMKM

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

DEMAK- Pemerintah diminta lebih peduli dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk di Demak ini. Bantuan dapat berupa pengenalan inovasi teknologi dan pemasaran untuk produk UMKM tersebut.

Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fathan Subchi disela seminar UMKM yang mengusung tema Peran Bank Indonesia (BI) dalam pengembangan UMKM di Indonesia yang berlangsung di RM Kalijaga, jalan Lingkar Selatan Kota Demak, kemarin.

Menurut Fathan, pemerintah juga perlu mendorong penyederhanaan kemudahan para pelaku UMKM dalam mengakses permodalan ke perbankan. “Juga butuh dibantu jaringan pemasaran produk yang dihasilkan,”katanya.

Seminar UMKM ini sendiri dihadiri sekitar 200 pelaku UMKM di wilayah Demak. Adapun, narasumber lain yang hadir adalah Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI, Dian Nugroho, Sekda Pemkab Demak Singgih Setyon, Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM Demak, Siti Zuarin, anggota DPRD Demak yang juga peduli UMKM, Budi Ahmadi serta Kiswanto, pengusaha di Demak.
Ketua panitia seminar, Zayinul Fata menambahkan, seminar UMKM bersama BI tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan dan bekal bagi pelaku UMKM di Demak agar usaha mereka dapat mempunyai berbagai macam terobosan, termasuk dalam penjualan atau pemasaran. “Ini penting supaya produk UMKM di Demak ini dapat diakses dunia luar,”katanya.

Sementara itu, Sekda Pemkab Demak Singgih Setyono mengungkapkan, pelaku UMKM sejauh ini memang masih kesulitan mengakses modal untuk mengembangkan usaha mereka. Karena itu, Pemkab Demak mendorong supaya modal ini bisa mudah diperoleh, termasuk lewat BPR BKK.

Selain itu, kualitas produk hasil UMKM juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus terus ditingkatkan, termasuk pendampingan dalam pelatihan.

“Sebetulnya, produk UMKM di Demak ini sudah bisa bersaing dengan produk UMKM daerah lainnya. Hanya saja, label produk ini yang perlu diperbaiki agar memudahkan dalam pemasaran,”katanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Siti Zuarin mengatakan, pada 2016, tercatat jumlah UMKM binaan ada 672 unit. Sedangkan tenaga kerja yang diserap mencapai 2.774 orang. Jika diuangkan, UMKM yang berkembang di Demak ini aset nilainya mencapai Rp 10, 2 miliar dengan omzet sebesar Rp 11,5 miliar.

“Untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM ini, Pemkab maupun kementerian memfasilitasi bantuan modal hibah, termasuk berupa peralatan. Bahkan, ada kredit UMKM lewat BPR BKK dengan bunga 7,5 persen. Berbagai pameran dan pelatihan manajemen juga kita lakukan, ” ujarnya. (hib/sct/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jupe Manis Jadi Penambang Pasir

MUNGKID – Para wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Perempuan Magelang Eksis (Jupe Manis) memperingati Hari Kartini, di Sungai Pabelan, tepatnya di bawah jembatan Srowol...

Tetap Antar Ibu ke Kelenteng

”Ibu sangat menghargai apa yang saya yakini. Bahkan seringkali saya mengantarkan ibu untuk beribadah di kelenteng.” Eko Heru Nur Fathoni EKO Heru Nur Fathoni atau...

Kartu Gambar Tingkatkan Menghafal Wilangan Jawa

RADARSEMARANG.COM - Para peserta didik sering salah sebut wilangan atau angka Jawa dalam pergaulan sehari-hari. Lantaran kemampuan berbahasa Jawa yang minim, akibat pelajaran bahasa...

Proyek Padat Karya Libatkan Ratusan Warga

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Selama dua hari, Sabtu-Minggu (21-22/4), sebanyak 650 warga dari dua desa, Sambeng dan Kembanglimus di Kecamatan Borobudur dilibatkan dalam proyek padat...

Disway Hadir Jelang Sahur

>>> Yudex, 11 Mei 2018: Sebenarnya saya berharap di akhir tulisan disertakan foto mendiang gadis cantik sekali itu. Biar saya tahu ‘cantiiiiiik sekali’ versi disway...

Mahasiswa Undip Ditangkap 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng lantaran menyimpan 9 butir pil ekstasi. Tersangka berinisial CPS,...