33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Mahasiswa Jangan Lupakan 4 Pilar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SALATIGA –  Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan  Bhinneka Tunggal Ika disebutnya sudah final dan menjadi pertahanan  bangsa.  Mahasiswa juga diajak untuk tidak melupakan 4 pilar.

Hal itu dipaparkan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta sebagai pembicara utama dalam kuliah Umum dengan mengangkat tema ‘Mengukuhkan 4 Pilar MPR RI : Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika’ digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (FH UKSW), di Auditorium S. Djojodiharjo, Senin (22/5).

Kuliah umum hasil kerjasama antara Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dan FH UKSW ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI  Oesman Sapta sebagai pembicara utama. Beberapa anggota MPR RI lainnya juga ikut menjadi pembicara, yaitu Zainut Tauhid Sa’adi, Akhmad Muqowam, Rufinus Hotmaulana Hutauruk.

Turut hadir dalam kesempatan ini adalah sejumlah anggota MPR RI yaitu GKR Ayu Koes Indriyah. Hadir juga dalam acara ini Staf Khusus Presiden Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Gories Mere dan Mantan Deputi Pencegahan Badan Narkotik Nasional Yappi Manafe, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

“Bukan saatnya lagi membicarakan warna kulit atau agama saat ini. Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sudah final dan menjadi pertahanan  bangsa. Mahasiswa harus menghayati empat pilar, jangan dilupakan. Empat pilar itu sudah final pertahanan bangsa. Jangan sampai ada sikap-sikap anti Pancasila,” ungkap Oesman Sapta.

Kuliah umum ini resmi dibuka oleh Pembantu Rektor V UKSW Neil Semuel Rupidara. dalam sambutannya, Neil menyebutkan bahwa acara ini adalah langkah penting di tengah pertanyaan atas dimana peran UKSW menyuarakan suara kenabiannya dalam persoalan bangsa ini.

“Saya berharap seminar ini menghasilkan suatu rekomendasi yang tegas dalam pendukung Presiden Republik Indonesia dengan segala kedaulatan hukum dan politik ditangannya, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan bangsa ini, termasuk menindak tegas sikap-sikap anti Pancasila yang menjadi perekat kehidupan bangsa yang sangat beragam ini,” kata Pembantu Rektor V.

Ketua panitia kegiatan Indirani Wauran menuturkan, kuliah umum ini diadakan untuk meningkatkan dan mengukuhkan pemahaman civitas akademika akan empat pilar MPR RI. “Hal ini menjadi urgen oleh karena adanya tantangan baik secara internal dan eksternal yang berpotensi mengganggu kohesivitas kehidupan berbangsa dan bertanah air Indonesia,” imbuh Indirani Wauran. (sas/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Senang Berbisnis Sejak SD

SEJAK kecil, Ovienda Puspa Wijayanti sudah gemar berbisnis. Sudah tidak terhitung berapa banyak usaha yang dicobanya sejak SD. Mulai dari menjual gelang dan kalung,...

Satu Tersangka Masih Buron

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Sembilan kasus narkoba selama 2017 berhasil diungkap Satuan Res Narkoba Polres Purworejo. Dari jumlah tersebut, satu tersangka masih buron. Kapolres Purworejo,...

Ekonomi Melemah, Penjualan Properti Stagnan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagian besar pengembang masih mematok target yang sama dengan tahun lalu. Target tersebut berdasarkan perkembangan sektor properti di tahun lalu yang...

Klaim 5 Ribu Warga Belum Rekam E-KTP

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mendekati pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang mengeklaim tinggal menyisakan kurang lebih...

Edisi Emas Imlek

RADARSEMARANG.COM - Sales Promotion Girl PT Aneka Tambang (Antam) Tbk menunjukan emas batangan bergambar Anjing Tanah yang menjadi desain Tahun Baru Imlek yang jatuh...

DPRD Kendal Bolos Upacara Hari Pahlawan

KENDAL - Upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November yang digelar Pemerintah Daerah Kendal di Alun-alun Kendal  diikuti Forkompimda, unsur pelajar, mahasiswa, pramuka dan...