33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Mahasiswa Jangan Lupakan 4 Pilar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SALATIGA –  Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan  Bhinneka Tunggal Ika disebutnya sudah final dan menjadi pertahanan  bangsa.  Mahasiswa juga diajak untuk tidak melupakan 4 pilar.

Hal itu dipaparkan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta sebagai pembicara utama dalam kuliah Umum dengan mengangkat tema ‘Mengukuhkan 4 Pilar MPR RI : Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika’ digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (FH UKSW), di Auditorium S. Djojodiharjo, Senin (22/5).

Kuliah umum hasil kerjasama antara Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dan FH UKSW ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI  Oesman Sapta sebagai pembicara utama. Beberapa anggota MPR RI lainnya juga ikut menjadi pembicara, yaitu Zainut Tauhid Sa’adi, Akhmad Muqowam, Rufinus Hotmaulana Hutauruk.

Turut hadir dalam kesempatan ini adalah sejumlah anggota MPR RI yaitu GKR Ayu Koes Indriyah. Hadir juga dalam acara ini Staf Khusus Presiden Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Gories Mere dan Mantan Deputi Pencegahan Badan Narkotik Nasional Yappi Manafe, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

“Bukan saatnya lagi membicarakan warna kulit atau agama saat ini. Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sudah final dan menjadi pertahanan  bangsa. Mahasiswa harus menghayati empat pilar, jangan dilupakan. Empat pilar itu sudah final pertahanan bangsa. Jangan sampai ada sikap-sikap anti Pancasila,” ungkap Oesman Sapta.

Kuliah umum ini resmi dibuka oleh Pembantu Rektor V UKSW Neil Semuel Rupidara. dalam sambutannya, Neil menyebutkan bahwa acara ini adalah langkah penting di tengah pertanyaan atas dimana peran UKSW menyuarakan suara kenabiannya dalam persoalan bangsa ini.

“Saya berharap seminar ini menghasilkan suatu rekomendasi yang tegas dalam pendukung Presiden Republik Indonesia dengan segala kedaulatan hukum dan politik ditangannya, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan bangsa ini, termasuk menindak tegas sikap-sikap anti Pancasila yang menjadi perekat kehidupan bangsa yang sangat beragam ini,” kata Pembantu Rektor V.

Ketua panitia kegiatan Indirani Wauran menuturkan, kuliah umum ini diadakan untuk meningkatkan dan mengukuhkan pemahaman civitas akademika akan empat pilar MPR RI. “Hal ini menjadi urgen oleh karena adanya tantangan baik secara internal dan eksternal yang berpotensi mengganggu kohesivitas kehidupan berbangsa dan bertanah air Indonesia,” imbuh Indirani Wauran. (sas/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dua Kapolsek Diganti

UNGARAN – Dua kepala polisi sektor (Kapolsek) dan Kasat Sabhara di lingkungan Polres Semarang mengalami perubahan, Jumat (7/4). Mutasi jabatan tersebut bagian dari pembinaan...

33.392 Warga Terima Bantuan Non Tunai PKH

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Sebanyak 33.392 warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua. Penyaluran bantuan tersebut diserahkan Bupati Batang, Wihaji, di Pendopo Kabupaten, Kamis...

Open Trip Buka Jalur Batang-Banjarnegara

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Event Bawang-Dieng Fun Open Trip yang melibatkan ratusan kendaraan roda dua dan puluhan roda empat menandai dibukanya akses jalur Bawang-Banjarnegara Dieng, Minggu (18/2)....

Resolusi Bandungan Bukti Persetruan dalam PPP

UNGARAN–Perseteruan dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum juga usai. Hal itu terlihat dari perkumpulan DPC se-Jawa Tengah di Villa Joekani Kecamatan Bandungan Kabupaten...

Dirikan Usaha, Tak Perlu Izin HO

“Jika tidak ada revisi, pencabutan Perda HO baru akan berlaku Februari.” Ulfi Imran Basuki, Kepala DPMPTSP Kota Semarang RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persyaratan izin gangguan atau Hinder...

Cincin Keramik Jadi Tren Akhir 2017

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Cincin keramik kombinasi emas menjadi tren perhiasan di pengujung tahun 2017. Cincin seri ini cukup diminti pada pameran perhiasan yang digelar...