33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Kesepakatan Damai Diundur

Kericuhan Suporter vs Warga Kota Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Pertemuan untuk membahas kesepakatan damai antara pihak Pemerintah Kota Magelang dan Pemerintah Kabupaten Sleman yang digagas oleh Polres Magelang, yang sedianya dilaksanakan Senin (22/5), diundur. Batalnya jadwal pertemuan dikarenakan kedua pimpinan daerah memiliki agenda kegiatan lain.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menjelaskan, kemarin Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito sedang dinas ke luar kota. “Menurut informasi juga Bupati Sleman juga sedang dinas keluar juga. Rencananya pertemuan dilaksanakan hari Jumat (26/5), tempat juga kemungkinan masih sama di Mako Polres Magelang Kota,” beber Esti.

Sebelumnya Hari menjelaskan, jajaran Polres Magelang Kota telah berkomunikasi dengan Polres Sleman untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Pertemuan akan digelar di tempat netral, yakni Mapolres Magelang. Pihak yang diundang adalah Forkompimda Kabupaten Sleman dan FKota Magelang. “Rencananya perwakilan kedua suporter juga akan diundang,” jelas Hari.

Menurutnya, melihat sejarah antara suporter PSS Sleman maupun suporter Magelang, tidak pernah ada ribut-ribut ataupun sengketa. “Kami khawatir bahwa keributan yang terjadi dimanfaatkan oleh pihak ketiga, meskipun saat ini kami belum menemukannya,” tegas Hari.

Kesepakatan damai sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan keributan tersebut. Sebabpolisi khawatir apabila permasalahan tidak segera didamaikan akan memunculkan konflik susulan atau aksi-aksi lainnya dan menambah korban lainnya. Dikhawatirkan korban bisa dialami oleh masyarakat yang tidak tahu apa-apa, korban bisa dialami warga Sleman atau Kota Magelang.

“Pihak Polres Sleman dan Polres Magelang Kota sepakat bahwa tidak boleh ada aksi sweeping. Jika ada aksi tersebut, kami akan menindak tegas. Kami menjamin di Kota Magelang, tidak ada aksi sweeping,” tandas Hari. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dua Bocah Tewas di Kubangan Galian C

KENDAL—Tragis nasib yang dialami dua bocah di bawah umur, warga Desa Protomulyo. Adalah Muhammad Alfarul Umam, 10 dan Muhammad Andreas Agus Pratama, 11, harus...

Lerai Perkelahian, Tewas Dikeroyok

MAGELANG – Berniat melerai keributan, Joko Wahartono, 57, warga Gang Kantil I No 3 Bayeman Magelang Tengah Kota Magelang harus meregang nyawa, Jumat (8/12)...

Dewan Pertanyakan Kinerja Pemkab

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Belum adanya progres pelaksanaan proyek pembangunan 2018 hingga bulan Juni ini, membuat kalangan DPRD Kabupaten Semarang geram. Dewan menuding pemkab tidak...

Ganjar Minta Gaji Perawat Honorer Minimal UMK

SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan gaji perawat honorer seharusnya tidak lebih kecil dari upah minimal kabupaten/kota (UMK). Dengan jumlah perawat honorer tiap...

Jabatan Sekda Kendal Dilelang Terbuka

KENDAL—Pemkab Kendal berencana mengganti Sekretaris Daerah (Sekda) dengan sistem seleksi lelang terbuka. Penggantian ini didasarkan pada Pasal 117 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang...

Haydar Ali Akhiri Masa Lajang

SEMARANG - Aktor muda asal Semarang dalam sinetron ‘Tukang Bubur Naik Haji’ bernama, Haydar Ali Assegaf akhirnya melepas masa lajangnya dengan menikahi Sitta Jamila...