33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Harus Ada Jaminan Harga Murah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Melambungnya harga kebutuhan pokok menjelang ramadan dan lebaran menjadi persoalan serius yang terus terjadi setiap tahun. Pemprov Jateng didesak mengambil langkah pasti agar tidak menyengsarakan masyarakat. Apakah memang karena stok sedikit atau karena ada permainan distributor yang nakal.

Ekonom Undip Semarang, Purbayu Budi Santoso mengatakan, Pemprov Jateng harus menjamin kebutuhan pokok dengan harga murah. Sebab, ketika harga melambung jelas akan merugikan masyarakat kecil. “Ini persoalan yang selalu terulang tiap tahun. Harusnya, Pemprov bisa melakukan inovasi agar tidak terulang,” katanya dalam Dialog “Sembako Mudah Murah” yang digelar Sekwan DPRD Jateng di Quest Hotel Semarang, kemarin.

Ia menambahkan, Pemprov harus memiliki inovasi agar jaminan pangan stabil dan harga murah. Mulai dari stok, distribusi, aksesbilitas sampai menjamin bahan pokok yang sehat. Kalau stok ada, tetapi harga tidak terjangkau sama saja menjadi masalah. “Selain itu yang penting sehat. Pemprov harus ada pengawasan, jangan sampai barang-barang kadaluarsa dikeluarkan saat jelang ramadan dan lebaran,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Riyono mengaku prihatin dengan terus terulangnya harga melambung ketika ramadan dan lebaran. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota masih belum sepenuhnya bisa menjamin pangan yang melimpah dan murah. Padahal, Indonesia terutama Jateng merupakan lahan subur dan memiliki potensi besar untuk ketahanan pangan. “Masalahnya ketika ramadan pasti ada kenaikan harga dan ini selalu terulang setiap tahun,” katanya.

Ia berharap Pemprov Jateng bisa menjamin ketersediaan pangan dan dengan harga murah. Caranya dengan memastikan stok aman, distribusi yang lancar sampai aksesbilitas pangan tidak bermasalah. Tiga hal itu sangat penting dan saling berkaitan untuk menjamin bahan pokok aman dengan harga murah. “Jangan setiap harga melambung Pemprov langsung operasi pasar. Itu tidak membantu dan sifatnya hanya sementara,” tegasnya.

Kepala Dinperindag Jateng, Arif Sambodo tidak menampik jika harga melambung saat ramadan selalu menjadi persoalan. Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai antisipasi agar tidak menyengsarakan masyarakat kecil. Sejumlah langkah sudah dilakukan termasuk dengan adanya kemungkinan operasi pasar. “Saat ini sejumlah kebutuhan pokok stoknya masih melimpah dan bisa mencukupi masyarakat Jateng,” ujarnya.

Salah satu penyebab, meroketnya harga bahan pokok karena tingginya permintaan, sementara stok yang dimiliki tidak banyak. Untuk itu, ia juga menghimbau agar masyarakat bisa berbelanja sesuai kebutuhan. Artinya jangan semua keinginan dibeli dan bukan prioritas. “Kami terus berkomitmen untuk menyediakan barang-barang kebutuhan pokok yang terjangkau dan terkendali. Agar masyarakat bisa menikmati ramadan lebaran dengan nyaman,” tambahnya. (fth/adv/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Semangat Naik Kasta

SEMARANG – Siang kemarin tim PSIS Semarang berkesempatan untuk menghadiri jamuan makan siang oleh pembina klub yang juga mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip...

Beri Bimtek Pengelolaan Keuangan Desa

SEMARANG – Dalam rangka HUT ke-60 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang terbentuk pada 23 Desember 1957, IAI Wilayah Jateng bakal menggelar sejumlah kegiatan sosial....

Warung Milik Bupati Dibongkar Satpol PP

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Warung makan Mbak Tari milik Bupati Demak HM Natsir yang berada di Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Selasa (13/3) kemarin, dibongkar aparat Satpol...

Hunian Bernuansa Bali Diminati

SEMARANG - Hunian bernuansa Bali cukup diminati di kota Semarang. Apalagi, pengembang perumahan saat ini lebih banyak mengusung konsep modern minimalis. Melihat peluang tersebut Microland...

Tingkatkan Peran Wanita

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang wanita di zaman sekarang ini harus mampu berperan dalam dua sisi, yaitu sebagai seorang ibu dan seorang istri. Hal ini...

Pose Dua Jari Co-Founder Perusahaan Game Valve Corporation

JawaPos.com – Kampanye dan pemungutan suara Pilpres 2019 sudah usai. Namun, hoax yang menyangkut dukung-mendukung terhadap dua kubu masih saja menyebar. Contohnya, pose dua...