Gotong Royong Entaskan Kemiskinan

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

MUNGKID– Jumlah masyarakat tidak mampu di Kabupaten Magelang dinilai masih cukup tinggi. Sehingga perlu dilakukan sinergi bersama baik pemerintah maupun instansi lain untuk mengurangi angka kemiskinan itu.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Baznas Kabupaten Magelang M Zaenal Arifin di sela-sela pentasarufan atau pemberian bantuan kepada fakir miskin, anak yatim dan guru ngaji di Lapangan Kecamatan Candimulyo, Minggu (22/5). Menurutnya, perlu gotong royong seluruh masyarakat dan juga pemerintah untuk membantu mengentaskan masyarakat miskin.

“Saya yakin, masih banyak fakir miskin dan anak yatim yang belum mendapat perhatian dari pemerintah. Karena itu, kita butuh peran aktif semuanya. Di setiap desa, saya yakin masih ada orang yang ingin bersedekah maka perlu gotong royong sesama masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan,” kata pria yang juga menjabat Wakil Bupati Magelang ini.

Sejauh ini, kata dia, Baznas menghimpun zakat dan sedekah untuk disalurkan kepada yang membutuhkan sesuai syarat dan ketentuan di agama Islam. Menurutnya, hal ini sudah cukup efektif membantu untuk mengurangi beban masyarakat miskin. Dalam kesempatan itu, Baznas memberikan santunan kepada 323 guru mengaji, 190 anak yatim piatu dan 38 orang lansia.

Camat Candimulyo Agung Nugroho mengatakan, kerukunan masyarakat di wilayahnya masih sangat kondusif. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mencoba merusak kondusifitas tersebut.

Karena itu, ia minta peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, terutama para guru mengaji untuk ikut mengantisipasinya. “Yang terang untuk menjaga kondusifitas itu, yang mayoritas kami minta menghargai yang minoritas. Sebaliknya yang minoritas, harus menghormati yang mayoritas,” jelasnya. (vie/ton)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...