33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Bawang Impor Serbu Pasar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – Harga bawang putih sudah meroket sejak beberapa hari yang lalu hingga menembus angka Rp 60.000 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih impor juga mulai menyerbu pasar tradisional. Tingginya harga menyebabkan beberapa pedagang mengurangi stok bawang putih di kiosnya.

Salah satu pedagang bawang putih di Pasar Rejowinangun, Supiyah, 45, mengatakan, bawang putih impor masuk ke pasar dengan harga lebih tinggi. “Untuk bawang putih impor harga per kilogram Rp 55.000-60.000, sedang harga bawang putih lokal hanya Rp 45.000 – Rp 50.000 per kilogram. Namun pembeli kadang memilih yang impor karena bawangnya lebih besar,” ucap Supiyah, Senin (22/5).

Supiyah menjelaskan, bawang putih impor secara bentuk lebih besar, tapi lebih kering dan ringan dibandingkan bawang putih lokal. “Misal disimpan, berat bawang putih impor akan mengempis atau sedikit ringan. Misal dalam satu bagor saya kulakan beratnya 20 kilogram, tetapi beberapa hari kemudian beratnya hanya 14 kilogram. Berbeda dengan bawang putih lokal, paling susutnya hanya sekitar 2 kilogram saja,” jelas Supiyah.

Terkait harga bawang putih, Supiyah menilai masih cukup tinggi. Kenaikannya bisa mencapai 100 persen dari harga normal di kisaran Rp 20.000-25.000 per kilogram. “Biasanya saya menyetok dalam sehari sekitar 20 bagor atau 400 kilogram, sekarang karena mahal saya stok cuma 5 bagor atau 100 kilogram saja,” urai Supiyah.

Ahmad, 27, pedagang bawang putih lainnya juga mengakui harga bawang putih masih tinggi. “Masih di harga Rp 55.000, Mas,” beber Ahmad.

Sementara, pembeli bawang putih, Rani, 35, warga Mertoyudan mengeluhkan harga bawang putih mahal. “Ya meski mahal, saya tetap beli sehari ya setengah kilogram. Karena memang butuh untuk usaha masakan,” imbuh Rani.

Pantauan Radar Kedu, sejumlah kebutuhan juga mengalami kenaikan harga, terutama daging ayam. Salah satu pedagang ayam, Subur, 48, mengatakan, saat ini daging ayam mengalami kenaikan sekitar Rp 3.000 per kilogram. Dari semula Rp 28.000 menjadi Rp 31.000 per kilogram. “Untuk harga ayam kampung masih belum naik tinggi, masih Rp 40.000 per kilogram. Mendekati Lebaran biasanya sampai menembus Rp 60.000 per kilogram,” ucap Subur.

Salah satu pedagang daging sapi, Warti, 48, mengatakan, harga daging sapi belum mengalami kenaikan, masih di angka Rp 100.000 per kilogram. “Bulan puasa pun kemungkinan belum naik, mungkin seminggu sebelum Lebaran bisa Rp 130.000 per kilogram,” beber Warti. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kuras Perhiasan, Terapis Ditangkap

MAGELANG—Yenny Purwasih alias Yuni, 29, perempuan yang tinggal di Jalan Magelang-Jogja Km 11 Desa Blabak, Mungkid, Kabupaten Magelang, akan merayakan Lebaran tahun ini di...

Atap Ambrol, Siswa Terluka

MUNGKID—Dua siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif di Dusun Rejosari II, Desa Tanjunganom, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, mengalami luka. Keduanya tertimpa eternit yang ambrol saat jam...

Berbagi Bikin Happy

BERBAGI dengan orang lain adalah satu hal yang dinikmati oleh Azalia Imani Bastonus. Tak heran, gadis yang akrab disapa Aca ini sangat menyukai kegiatan...

Baru 25 Persen ASN Salurkan Zakat Lewat Baznas

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Kurang dari 25 Persen aparatur sipil negara (ASN) atau PNS yang sudah tertib menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasioanl (Baznas)...

Jarah  5 Toko, Gasak 5 1,297 Kg Emas

SEMARANG-Tujuh perampok bersenjata api lintas provinsi dengan sasaran toko emas, berhasil diringkus petugas Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Jateng. Sebelum diringkus, komplotan ini...

Santri Siapkan 4 Teleskop 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sebanyak 4 teleskop digunakan untuk mengamati fenomena Micro Blood Moon yang dijadwalkan terjadi pada pukul 02.30 hingga pukul 04.30, Sabtu (28/7), di Pondok...