33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Bangun Pos Pengaduan Dampak Tol

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN – Lantaran banyak warga dari beberapa desa di Kabupaten Pekalongan, yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Pemalang – Batang sering mengadakan aksi unjuk rasa, mulai dari aksi blokir jalan dan penahanan terhadap sopir dan armada truk, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (22/5) mengadakan Rapat Koordinasi pembahasan kerusakan jalan, dan keluhan warga terdampak pembangunan jalan tol di Desa Babalan Kidul, Kecamatan Bojong.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Kepala Desa dan perwakilan warga terdampak proyek jalan tol, perwakilan atau para manager PT Waskita, PT Sumber Mitra Jaya, PT Dirgantara, PT LMA, dan PT PBTR.

Setelah Kepala Desa dan perwakilan warga menyampaikan semua keluhan, terkait adanya dampak proyek pembangunan jalan tol, mulai dari kerusakan jalan dan polusi udara akibat debu yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek, hingga solusi yang harus ditempuh untuk mempercepat pembangunan proyek Pekalongan Batang untuk menyambut arus mudik pada lebaran 2017.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan pihaknya akan membentuk pos-pos pengaduan untuk menampung keluhan masyarakat, terkait adanya dampak proyek pembangunan jalan tol yang melintas pada desa yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya pos pengaduan tersebut, akan ditempatkan pada jalan-jalan atau tempat strategis di desa yang terdampak langsung proyek jalan tol. Laporan warga akan ditampung oleh Kepala Desa, dan akan diteruskan kepada pihak yang berkepentingan.

“Pos pengaduan proyek jalan tol ini, untuk mempermudah pengaduan warga yang terdampak langsung. Sehingga warga tidak perlu lagi melakukan unjuk rasa, hingga penahanan kendaraan milik rekanan, karena akan menghambat proyek pembangunan jalan tol,” ungkap Asip.

Bupati juga mengatakan semua pengaduan warga yang terdampak proyek pembangunan jalan tol, yang disampaikan melalui pos pengaduan, akan ditindaklanjuti secara serius, berdasarkan skala prioritas permasalahannya yang bersifat kondisional.

Dia juga akan memanggil rekanan atau pengelola proyek jalan tol Pemalang – Batang, untuk dimintai pertanggungjawaban karena adanya dampak yang ditimbulkan, dari proyek yang sedang dikerjakan.

“Kita akan panggil langsung rekanan atau pengelola proyek jalan tol ini, untuk mencari solusinya secara cepat dan tepat, berdasarkan kondisional. Hal ini kami lakukan untuk mempercepat proses pembangunan proyek jalan tol, tanpa adanya gesekan dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan Pengelola Batang Tol Road atau PBTR, Nurozin, menegaskan pihaknya telah menyikapi kompensasi yang sudah laksanakan. Yakni berupa bentuk perbaikan jalan agar bisa dilalui para pemudik saat lebaran tahun ini.

Menurut dia, pihaknya juga akan menindaklanjuti semua keluhan warga, setelah adanya rembugan antara warga terdampak dengan PT PBTR berdasarkan kesepakatan bersama. “Intinya kami akan menyelesaikan permasalahan yang ada di lapangan, berdasarkan kondisional dan persetujuan pimpinan kami,” tegasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PPSM Gagal Raih Poin

MAGELANG - Persipur Purwodadi berhasil membalas kekalahannya dalam pertemuan melawan PPSM Sakti di Magelang Cup 2017 lalu. Bermain dalam laga lanjutan grup 4 Liga...

Mengajar IPS Terpadu Menyenangkan

RADARSEMARANG.COM - SALAH satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat MTs yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS-Terpadu). Dikatakan terpadu karena dalam satu mata pelajaran ada...

Belasan Rumah Terancam Erosi

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Belasan rumah milik warga RT 09 dan RT 10 RW 4 Desa Kalialang, Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, terancam erosi Sungai Klawing....

Diadukan ke Ombudsman, Dinas Kurang Responsif

RADARSEMARANG.COM - SELAMA 2017, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah menerima 24 laporan masyarakat atas pelayanan Pemerintah Kota Semarang. Laporan yang diadukan yakni dugaan...

Khawatir Jadi Gedung Serbaguna yang Tak Berguna

RADARSEMARANG.COM - Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang bakal dirombak total. Master plan dan Detail Engineering Design (DED) pusat budaya dan...

Pendidikan Jadi Prioritas Utama CSR Astra Financial

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA-Pendidikan menjadi bagian penting dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi perusahaan pembiayaan terbesar tanah air yang tergabung dalam Astra Financial. Nah, dalam...