23.9 C
Semarang
Senin, 19 April 2021

Bawang Impor Serbu Pasar

spot_img
spot_img

MAGELANG – Harga bawang putih sudah meroket sejak beberapa hari yang lalu hingga menembus angka Rp 60.000 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih impor juga mulai menyerbu pasar tradisional. Tingginya harga menyebabkan beberapa pedagang mengurangi stok bawang putih di kiosnya.

Salah satu pedagang bawang putih di Pasar Rejowinangun, Supiyah, 45, mengatakan, bawang putih impor masuk ke pasar dengan harga lebih tinggi. “Untuk bawang putih impor harga per kilogram Rp 55.000-60.000, sedang harga bawang putih lokal hanya Rp 45.000 – Rp 50.000 per kilogram. Namun pembeli kadang memilih yang impor karena bawangnya lebih besar,” ucap Supiyah, Senin (22/5).

Supiyah menjelaskan, bawang putih impor secara bentuk lebih besar, tapi lebih kering dan ringan dibandingkan bawang putih lokal. “Misal disimpan, berat bawang putih impor akan mengempis atau sedikit ringan. Misal dalam satu bagor saya kulakan beratnya 20 kilogram, tetapi beberapa hari kemudian beratnya hanya 14 kilogram. Berbeda dengan bawang putih lokal, paling susutnya hanya sekitar 2 kilogram saja,” jelas Supiyah.

Terkait harga bawang putih, Supiyah menilai masih cukup tinggi. Kenaikannya bisa mencapai 100 persen dari harga normal di kisaran Rp 20.000-25.000 per kilogram. “Biasanya saya menyetok dalam sehari sekitar 20 bagor atau 400 kilogram, sekarang karena mahal saya stok cuma 5 bagor atau 100 kilogram saja,” urai Supiyah.

Ahmad, 27, pedagang bawang putih lainnya juga mengakui harga bawang putih masih tinggi. “Masih di harga Rp 55.000, Mas,” beber Ahmad.

Sementara, pembeli bawang putih, Rani, 35, warga Mertoyudan mengeluhkan harga bawang putih mahal. “Ya meski mahal, saya tetap beli sehari ya setengah kilogram. Karena memang butuh untuk usaha masakan,” imbuh Rani.

Pantauan Radar Kedu, sejumlah kebutuhan juga mengalami kenaikan harga, terutama daging ayam. Salah satu pedagang ayam, Subur, 48, mengatakan, saat ini daging ayam mengalami kenaikan sekitar Rp 3.000 per kilogram. Dari semula Rp 28.000 menjadi Rp 31.000 per kilogram. “Untuk harga ayam kampung masih belum naik tinggi, masih Rp 40.000 per kilogram. Mendekati Lebaran biasanya sampai menembus Rp 60.000 per kilogram,” ucap Subur.

Salah satu pedagang daging sapi, Warti, 48, mengatakan, harga daging sapi belum mengalami kenaikan, masih di angka Rp 100.000 per kilogram. “Bulan puasa pun kemungkinan belum naik, mungkin seminggu sebelum Lebaran bisa Rp 130.000 per kilogram,” beber Warti. (cr3/ton)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here