33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Polda Tetapkan 14 Tersangka Atas Tewasnya Muhammad Adam

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Setelah melakukan investigasi dan olah TKP di gudang flat A taruna tingkat III, Polda Jateng akhirnya menetapkan 14 tersangka atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tingkat II (Brigdatar) Muhammad Adam meninggal dunia.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan sebelum menetapkan tersangka, penyidik memeriksa 35 saksi yang terdiri dari 21 taruna tingkat 2 dan 14 taruna tingkat 3. Setelah memeriksa saksi, kemudian dilakukan gelar perkara sebanyak tiga kali hingga akhirnya mengekerucut 14 nama taruna tingkat 3 sebagai tersangka masing-masing berinisial, CHS, RLW, GCM, EA, JED, MB, CAE, HA, AKU, GJN, RAP, RK, IZ , dan PDS, yang memiliki peran yang berbeda.

“Pelaku utamanya adalah CHS, karena pukulannya, korban kemudian roboh dan pingsan hingga akhirnya meninggal dunia walaupun sebelumnya sempat dilakukan pertolongan dan sempat dibawa ke rumah sakit. Selain itu ada yang memberikan arahan dan ada dua orang yang mengawasi agar perbuatan mereka tidak diketahui pengawas dan pembina,” bebernya.

Rencananya ke 14 tersangka akan diancam dengan Pasal 170 subsider 351 ayat 3 Junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. Selain itu, penyidik juga mengamankan 18 barang bukti diantaranya adalah almunium dengan ukuran 56 sentimeter dengan diameter 5 sentimeter, kunci sepeda, sarung tangan, kopel ring, raket batminton, dan sebuah tongkat kayu bulat warna cokelat. “Barang bukti lainnya berupa kipas angin, obat gosok, minyak angin, itu sebagai upaya untuk menyadarkan korban saat pingsan,” jelasnya.

TUNJUKAN BUKTI- Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono didampingi Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Pol Anas Yusuf (paling kanan), menunjukan foto barang bukti yang didapatkan dilokasi penganiayaan salah satu taruna Akpol Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam, Kamis (18/5) lalu. Foto : Adityo Dwi / Jawa Pos Radar Semarang

Kapolda menegaskan jika, penyelidikan kasus tersebut akan terus berlangsung. Usai ditetapkan sebagai tersangka, 14 taruna tingkat tiga pada Minggu (21/5) hari ini, akan langsung dilakukan pemerikasaan penyelidikan lebih lanjut sebagai tersangka. Terkait hasil otopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Semarang, pihaknya pun menjamin jika hasil otopsi yang dilakukan tim forensik sudah sangat objektif dan sesuai fakta yang ada dilapangan. “Besok (hari ini,red) akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Akpol Irjen Pol Anas Yusuf sangat menyesalkan kejadian tersebut, pihaknya mengaku akan bertanggungjawab apapun konsekuensinya dan akan dilakukan proses secara hukum kepada para tersangka dengan melibatkan unsur dari Mabes Polri dan Kompolnas. Terkait sanksi, jika kasus tersebut merupakan pelanggaran berat yang nantinya keputusan sanksi akan diambil melalui sidang akdemik serta melakukan pemeriksaan internal. “Nanti setelah hasilnya keluar, baru diputuskan apakah para tersangka dikeluarkan atau tidak, saat ini status mereka non aktif sebagai taruna Akpol dan dalam pengawasan Provos,” jelasnya.

Kasus penganiayaan hingga jatuh korban, lanjut dia, dilakukan para taruna secara sembunyi-sembunyi walaupun lingkungan taruna ada perwira pengawas, regu piket dan taruna piket. Sistem keamanan pun bisa dibilang sudah mumpuni karena sudah terpasang 120 unit CCTV, aturan yang berlakukan pun cukup tegas, usai apel malam sekitar pukul 10.00 malam, para taruna harus beristirahat sekitar pukul 10.30 malam atau maksimal pukul 11.00 malam untuk belajar. “ Kegiatan yang dilakukan ini ngumpet-ngumpet, walaupun ada pengawasn memang diluar kemampuan mereka, apalagi terjadinya kasus tersebut dilakukan tepat tenggah malam. Namun tetap akan kami evaluasi,” tegasnya.

Karo Provos Div Propam Polri, Brigjen Rudolf Albert, menambahkan, pihaknya akan memeriksa semua saksi, maupun taruna yang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk pengawas, regu piket, serta pengasuh sebagai bentuk kelalaian. “ Semuanya akan diperiksa, termasuk pengawasnya dan pengasuhnya, saat ini sedang berjalan dan masih dilihat tingkat kesalahannya,” tambahnya.

Terpisah Komisioner Kompolnas, Andrea Pulungan, mengatakan jika melihat dari kejadian tersebut memang harus ada kajian lebih lanjut terhadap fasilitas yang ada di Akpol, idealnya memang dibangun sistem cluster agar kejadian serupa tidak terjadi. Namun upaya pembentukan cluster juga tidaklah mudah. “ Saya melihat penyelidikan yang dilakukan oleh Polisi ini sebagi bentuk penyelesaian masalah, namun jangka panjangnya tetap harus dilakukan pengkajian ulang , dengan tujuan akhir memperbaiki kwalitas pendidikan di Akpol,” katanya. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sopir Grab Car Tewas Digorok

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pekerjaan rumah jajaran Polrestabes Semarang mengungkap pelaku pembunuhan kembali bertambah. Kali ini, seorang sopir taksi online Grab Car, Deny Setiawan, warga Margorejo Timur...

Pasar Game Potensial, Jumlah Game Developer Sedikit

RADARSEMARANG.COM - Industri kreatif termasuk di dalamnya pembuatan game berkembang pesat. Profesi di bidang ini pun semakin naik daun. Wandah Wibawanto adalah dosen dan...

IPB Tularkan Teknologi Pertanian ke Pesantren

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Permasalahan krusial di bidang pertanian saat ini, karena minimnya pelaku usaha. Pasalnya, generasi muda sekarang lebih suka bekerja di kota, kurang tertarik mengembangkan...

Komisaris Utama BPR Arto Moro Terima Leadership Award 2017

RADARSEMARANG.COM - Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Kedu yang pada akhir tahun ini menggelar program apresiasi bertitel Leadeship Award 2017, memberikan penghargaan kepada...

Mbak Ita Uji Coba KSH di Prancis

SEMARANG - Kartu Semarang Hebat (KSH) yang diklaim memiliki manfaat multifungsi dilakukan uji coba penggunaannya di luar negeri. Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti...

Tanam 48 Ribu Pohon

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO. - Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencanangkan Gerakan Bersih Desa dan Penanaman Pohon se-Kabupaten Wonosobo sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Wonosobo....