33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Pisahkan Sampah Organik, Anorganik, dan Logam

Tiga Siswa SMKN 7 Semarang Rancang Aplikasi Pengelolaan Sampah

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

Tiga siswa SMK Negeri 7 Semarang merancang sistem aplikasi pengelolaan sampah terpadu di perkotaan secara efektif dan efisien. Sebab, saat ini proses pengangkutan sampah yang dilakukan belum dilakukan pemilahan. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

PROSES pengangkutan sampah di Kota Semarang saat ini bisa dibilang belum tertata dengan rapi, bahkan sebagai ibu kota provinsi sistem pengangkutan dan pengolahan sampah belum modern, dan tertinggal dengan kota lainnya.

“Selama ini proses pengangkutannya tidak dipilah, contohnya saja sampah organik, anorganik dan logam masih diangkut jadi satu. Akibatnya menyulitkan dalam pengolahan,” kata Bella Rachma, siswi SMK Negeri 7 Semarang.

Meski sudah ada pemisahan jenis sampah di sejumlah titik untuk membedakan tempat sampah organik dan anorganik agar tidak saling bercampur satu sama lain, ternyata belum maksimal. Pasalnya saat sampai  tempat pembuangan akhir (TPA), kata dia, sampah-sampah yang masuk ternyata dipilah-pilah lagi sehingga sebenarnya pengangkutan sampah yang berjalan selama ini tidak efektif.

“Kami coba menciptakan aplikasi yang memudahkan pola pengangkutan sampah di kawasan perkotaan, termasuk Semarang,” tuturnya.

Bersama dua temannya, Aulia Hapsari dan Muhamad Najib, ia pun merancang sistem aplikasi pengelolaan sampah terpadu.

Ia menjelaskan, jika pola tersebut harus dilakukan secara mendasar, yakni  truk-truk yang mengangkut sampah harus dibedakan terlebih dahulu, truk mana yang harus mengangkut sampah organik, mana anorganik, dan mana sampah logam. “Jadi, pengambilannya tidak dicampur,” jelasnya.

Untuk memudahkan dalam pengangkutan, lanjut dia, setiap tempat sampah yang ada harus dipasangi sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur volume ketinggian sampah yang akan memberitahukan jika sampah sudah menumpuk di atas batas.

“Alat ini bekerja dengan deteksi ultrasonik yang  dilengkapi dengan Radio Frequency Identification (RFID) plus monitor dan ditempatkan atau dipasang di truk-truk pengangkut sampah,” ujarnya.

Setelah alat pendektsi dipasang, nantinya begitu ada tumpukan sampah di satu titik akan langsung mengirimkan sinyal ke truk-truk sampah yang memudahkan tanpa harus mengecek satu per satu tempat sampah. Sistem yang mereka buat sendiri ini sekaligus harus membuat jalur pengambilan sampah yang memisahkan sampah organik, anorganik, dan logam, sehingga memudahkan dalam pengelolaannya.

“Bisa dibilang, aplikasi ini hampir sama dengan aplikasi Go-Jek. Perkiraan kami, untuk membuat satu alat itu membutuhkan tidak sampai Rp 1 juta. Saat ini alatnya masih prototipe, namun kami yakin bisa dikembangkan lagi,” kata Aulia Hapsari.

Menurutnya, jika prototipe tersebut bisa diangkat dan dikembangkan, proses pengangkutan hingga pemilihan sampah akan lebih mudah dan cepat. Karena saat tiba di TPA, tidak lagi dilakukan proses pemilihan sampah saat akan diolah. “Kami berharap prototipe ini bisa dikembangkan pemerintah, untuk membantu sistem pengangkutan dan pengangkutan sampah,” ujar Aulia yang diamini dua siswa lain  yang mengambil Program Studi Teknik Elektronika Industri (TEI) SMK Negeri 7 Semarang ini. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Film Produser Asal Magelang Menangi Piala Citra

MAGELANG–Film pendek Ruah hasil garapan  produser muda asal Kota Magelang, Bayu Prihantoro Filemon, sukses meraih Piala Citra. Ruah menyabet Citra untuk  kategori film pendek...

RPJMD Tak Selesai, Pejabat Teras Tak Gajian

SALATIGA – Wali kota dan DPRD Kota Salatiga terancam tak gajian selama tiga bulan, jika tidak bisa menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJMD)...

Pedagang Keluhkan Kondisi Pasar Kerap Banjir,Pembeli Sepi

MUNGKID—Genangan air terus terjadi di kawasan Pasar Borobudur, Kabupaten Magelang. Luapan air dari irigasi yang mampet, dikeluhkan para pedagang karena pembeli menjadi sepi. Pantuan koran...

Ribuan Warga Berebut Gula Aren

KAJEN- Ribuan warga dari berbagai daerah bahkan luar negeri, berebut gula aren di halaman Kantor Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, dalam festival gula aren, yang...

Dukung Sekolah Gratis Untuk Anak Jalanan

PENDIDIKAN merupakan investasi yang paling berharga. Dengan menginvestasikan pendidikan, secara tidak langsung mampu meningkatkan pendapatan daerah. Kualitas pendidikan sangat diperlukan untuk bisa menghasilkan lulusan...

Noah Bolos Rekaman demi Pekalongan 

PEKALONGAN – Ditengah kesibukannya membuat album baru, band fenomena asal Bandung Noah tampil memukau, menghibur publik Pekalongan. Ariel dkk rela bolos tidak masuk dapur...