32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Manjakan Mata Pengunjung

Keasrian dan Jernihnya Aliran Sungai

Belakangan ada salah satu destinasi wisata di Kulon Progo, Yogyakarta, yang begitu viral di sosmed maupun kalangan pecinta travelling. Yakni Ekowisata Sungai Mudal. Lokasinya ada di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.

Objek wisata ini menawarkan keasrian alamnya dan kejernihkan aliran Sungai Mudal.  Kolam alami dengan airnya yang jernih menjadi sajian pembuka ketika sampai di Taman Sungai Mudal.

Berbagai jenis bunga terutama anggrek, terlihat mulai ditanam di sepanjang bantaran kolam alami. Uniknya siapapun dapat menyumbangkan benih tanaman atau bunga untuk mempercantik taman sungai melalui program “Trees of Hope“, sebuah program titip tanam yang dilakukan di Taman Sungai Mudal sebagai usaha pelestarian lingkungan. Sehingga tak hanya menikmati kecantikannya, sebagai pengunjung kita juga ikut serta menjaga layaknya simbiosis mutualisme.

Di kawasan tersebut terdapat jembatan  bambu artistik yang dibangun di atas bendungan. Selain itu di lokasi yang lapang terdapat gazebo-gazebo sebagai tempat istirahat dengan naungan pohon-pohon yang hijau,  suara gemericik air sungai membuat kita lebih nyaman.

Di sisi lain juga terlihat area camping ground dengan background tebing batu Gunung Kelir yang membentengi serangan sinar matahari yang menyengat, hal itu membuat Taman Sungai Mudal semakin teduh.

Sepanjang perjalanan menyusuri air terjun Sungai Mudal, terdapat dua kolam dengan kedalaman berbeda, yakni 1 meter dan 2 meter. Pada puncak air terjun, banyak sekali anak-anak berendam dan bermain air ditengah gerojokan air terjun Sungai Mudal.

Mata air Sungai Mudal sendiri berasal dari kedalaman gua di kawasan Girimulyo, Kulon Progo. Dinamakan Mudal karena sumber air ini selalu memancarkan air sepanjang tahun hingga dapat mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar melalui pipa-pipa.

Jernihnya air di Sungai Mudal ini membuat pengunjung tak bisa menahan diri untuk menjeburkan diri, merasakan kesegaran air dan keindahan alam sekitar.

Aliran Sungai Mudal sepanjang 600 meter memang memiliki keindahan yang membuat pengunjung terus menyusurinya. Sepanjang aliran juga terdapat beberapa air terjun, seperti Kembang Soka dan air terjun Kedung Pedut.

Kondisi Sungai Mudal memang telah berubah 180 derajat dari yang sebelumnya kotor, dipenuhi sampah, bahkan warga setempat juga memiliki kebiasaan buang air besar di sungai tersebut. Namun setelah mendapat  perhatian dari PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, sungai menjadi lebih terurus dan hasilnya, menjadi destinasi wisata yang bisa diunggulkan.

Corporate Social Responbility (CSR) yang dilakukan pihak PLN mampu menggerakkan hati warga untuk lebih peduli dengan aliran Sungai Mudal. Hampir 4 bulan, warga membersihkan sungai tersebut. PLN juga melakukan konservasi dengan menanam  1.000 bibit tanaman pala untuk mencegah longsor. Selain itu juga membudidayakan tanaman anggrek yang memiliki nilai jual tinggi untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

DCIM108MEDIA

Berkat kepiawaian PLN dalam membina warga desa, Sungai Mudal kini menjadi destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi karena keasriannya. Bahkan kawasan tersebut juga berpotensi menjadi area camping.

Untuk memenuhi kebutuhan wisata, PLN  memberikan bantuan 21 tenda, dan 5 tenda besar. Sejak PLN turun tangan tahun 2015 destinasi Ekowisata Sungai Mudal berkembang pesat dan mendapatkan penghargaan.

Bekerjasama dengan Fakultas Biologi  UGM PLN terus mengembangkan Ekowisata Sungai Mudal dengan membuat area outbond, camping keluarga,  konservasi anggrek, area pemandian alami dengan kedalaman 2 meter untuk orang dewasa dan kedalaman 1 meter untuk anak-anak.

Sebelum mendapat bantuan dari PLN tingkat kunjungan hanya 50 orang perhari, namun setelah adanya perbaikan infrastruktur menuju kawasan tersebut, pengunjung mencapai 300 orang per hari. Bahkan saat weekend bisa mencapai 3.000 pengunjung. Untuk keamanan ada tim khusus terdiri dari 50 orang dari warga setempat yang sudah dilatih oleh PLN.

Wisatawan tidak hanya dari dalam negeri saja, tetapi juga dari luar negeri seperti Perancis, Demark, Norwegia, Selandia Baru, Republik Cheko, Jepang, Australia. Bahkan ada calon pengantin dari Perancis melakukan foto wedding,” jelas Rudi Hastaryo, pengelola ekowisata Sungai Mudal.

“Hari libur biasanya banyak anak-anak yang berkunjung ke Ekowisata Sungai Mudal. Tarif masuk juga cukup murah hanya Rp 6.000 per orang sudah termasuk parkir,” tambah Rudi. (Tri Sutristiyaningsih/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here