33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Logo Kota Pekalongan Baru Tapi Lama

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEKALONGAN – Setelah melalui beberapa proses, Pemerintah Kota Pekalongan akhirnya mengembalikan lambang daerah dari logo baru (bulat) menuju ke logo yang lama. Acara peluncuran dilakukan pada Jumat (19/5) di halaman Sekretariat Daerah Kota Pekalongan.

Kegiatan semakin meriah, dengan hadirnya masyarakat yang menyambut suka cita pengembalian logo dengan pawai kesenian.

Sebelum ke lokasi acara, rombongan sepeda sehat K3 yang dipimpin langsung Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Junaid, membuka papan nama kelurahan dengan logo baru, secara simbolis di empat kecamatan. “Dengan kembalinya lambang daerah lama ini, kami harapkan mampu mendongkrak semangat bagi seluruh elemen masyarakat. Sebab logo bukanlah logo, melainkan lebih dari itu mempunyai nilai filosofis dan historis, sehingga harus dikembalikan,” tegas Alex panggilan akrab Wali Kota.

Untuk keberhasilan pengembalian logo tersebut, Alex mewakili masyarakat berterima kasih kepada seluruh ASN, seluruh anggota dewan yang telah bersusah payah, serta didorong oleh berbagai komunitas serta penggiat budaya berupaya mengembalikan lambang daerah ini. “Semoga dengan kembalinya lambang daerah lama mampu menumbuhkan semangat, spirit carries on bagi seluruh elemen masyarakat,” kata Wali Kota.

Kedepan, Pemkot juga tidak hanya akan fokus di lambang daerah saja, sebab kota Pekalongan masih banyak PR-PR yang perlu dikerjakan seperti bencana Rob, kemacetan jalan dan sebagainya. “Kota Pekalongan masih banyak PR, tidak hanya Lambang daerah saja. sehingga satu-persatu akan terus kami kerjakan. Seperti bencana rob yang menggenang beberapa kelurahan, kemacetan jalan dan lain-lain,” tandas Alex.

Terkait kembalinya lambang daerah tersebut, Zakaria, salah seorang aktifis warga Kota Pekalongan mengaku berterima kasih terhadap upaya pemerintah sesuai dengan apa yang dijanjikan walikota dalam kampanyenya. “Kami mengucapkan terima kasih atas kembalinya logo Kota Pekalongan terutama kepada bapak Wali Kota, karena hal ini sesuai dengan apa yang dikampanyekan. Hanya saja yang belum adalah pengembalian kelurahan yang digabung-gabung. meski demikian kami yakin dan akan terus mendorong kembalinya kelurahan agar tidak digabung-gabungkan lagi,” katanya. (han/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kini, RSUD Bendan Berikan Layanan Jantung

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan Kota Pekalongan resmi menjadi satu-satunya rumah sakit daerah di Pantura Jawa Tengah yang memiliki layanan kesehatan jantung....

Tak Malu Bertanya

BEKERJA di perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi (IT) bisa dibilang profesi baru bagi Shinta Soetardjo. Terus belajar, banyak membaca, dan tak malu...

Pelayanan Medis Gratis Sambangi Margoyoso

RADARSEMARANG.COM, PATI-Program CSR Pelayanan Medis dari Djarum Foundation mengunjungi wilayah Margoyoso, Pati, dan memberikan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma bagi 589 peserta, Minggu (6/5) kemarin....

Pemesanan Tiket Online Sumbang 55 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Penjualan tiket kereta api (KA) secara online di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang, memberikan kontribusi sebanyak 55 persen. Meski begitu, jumlah tersebut...

Menang di Provinsi Rp 7,5 Juta, Nasional Rp 10 Juta

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang memberikan penghargaan kepada para atlet berprestasi. Ratusan juta dikucurkan untuk mengapresiasi atlet-atlet yang menjuarai berbagai even tingkat provinsi...

Belajar Luas Bola dengan Kulit Buah

RADARSEMARANG.COM - Membahas pelajaran matematika, pastinya sebagian besar siswa akan mengatakan sulit, sukar, membosankan, dan kata-kata bernada negatif lainnnya sehingga semakin memunculkan kesan horor...