33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

SMP Selalu Ranking, Kini Hanya Bisa Duduk di Rumah

Wahyu Tri Pujiati, Difabel Pintar yang Terhenti Sekolahnya Karena Kemiskinan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Wahyu Tri Pujiati, 18, remaja asal Dukuh Diwek, Desa Kaliputih, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, hanya bisa duduk memandangi pelajar SMA yang lalu lalang di depan rumahnya. Mimpi besarnya menjadi perempuan sukses, terkendala kemiskinan yang membelit keluarganya.

ZAIN ZAINUDIN, Wonosobo

GADIS berhijab itu tampak murung. Sudah seharian ini, ia duduk di kursi lusuh rumahnya, ditemani ayah dan ibunya. Wahyu—demikian gadis pintar ini biasa disapa—sejak kecil mengalami kelumpuhan. Ia tak bisa berdiri. Tulang punggungnya mengalami pembengkokan. Saban hari, Wahyu hanya bisa duduk. Tak lagi bisa bermain dengan teman sebayanya.

Padahal, Wahyu pribadi yang sangat cerdas. Cita-citanya, ingin menjadi pelukis profesional. Ia juga ingin jadi penyulam andal. Untuk mengusir kejenuhannya, Wahyu menyibukkan diri dengan melukis, menenun, dan menulis. Hanya saja, ia belum memiliki guru private.

Di balik keterbatasan fisiknya, gadis yang hobi nyanyi ini, memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ia juga memiliki bakat berkesenian yang cukup potensial. Saat dikunjungi jajaran perwira Kodim 0707/Wonosobo dan Koramil Selomerto, Jumat (19/5) kemarin, Wahyu tak malu menunjukkan kemampuannya bernyanyi.

Kecerdasan dan kemampuan olah vokal putri bungsu pasangan suami-istri Mujiono, 54; dan Ningsih, 47 itu, sudah tampak ketika sekolah dasar. “Masuk ke SD, langsung kelas 2, karena menurut guru-gurunya kemampuan berpikir Wahyu sudah melebihi anak kelas 1,” tutur Ningsih.

Karena semangat putrinya untuk menuntut ilmu begitu tinggi, Ningsih rela menggendong putrinya menuju ke sekolah, setiap hari, saat berangkat dan pulang sekolah. Bahkan hingga Wahyu masuk ke jenjang Sekolah Menengah Pertama, di SMP PGRI Balekambang.

Jarak yang cukup jauh dari rumah ke sekolah, tak menyurutkan semangat Ningsih untuk mengantar sang anak, demi melihat anaknya menjadi orang sukses, melebihi orangtuanya.

Hal itu melecutkan semangat Wahyu untuk menunjukkan diri bahwa ia mampu berprestasi. Saat masih SMP, Wahyu mampu menyabet ranking pertama di kelas 1 dan 2. “Pada waktu kelas 3 prestasinya menurun, karena mungkin kelelahan akibat banyak les di luar jam pelajaran,” lanjut Ningsih.

Wahyu, ucap Ningsih, tidak tahan duduk terlalu lama akibat kondisi tulang belakangnya yang menurut dokter bengkok. Selepas SMP, Wahyu harus meredam keinginannya melanjutkan jenjang SMA. Mujiono, ayah Wahyu, mengaku tidak sanggup membiayai anaknya bersekolah di jenjang SMA.

Ningsih hanya berharap ada relawan yang mau mengajari keterampilan anaknya untuk mengisi kegiatan di rumah. “Wahyu sudah berapa kali tanya kalau mau nyulam harus belajar dengan siapa ya, Bu?” ucap Ningsih, menirukan permintaan putrinya. Mendengar pertanyaan Wahyu, Ningsih hanya bisa diam. Ia tak tahu harus mencari guru di mana untuk mengajari putrinya menyulam di rumah.

Kondisi Wahyu, mengundang keprihatinan Serda Sujarwo. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Selomerto itu, kebetulan tengah mendapat tugas mendata anak-anak berkebutuhan khusus. “Waktu saya datang ke mari melaksanakan tugas pimpinan, Wahyu mengadukan keinginannya agar bisa dibantu sekolah lagi,” jelas Serda Sujarwo.

Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol CZI Dwi Hariyono mengaku akan berupaya mengusahakan Wahyu agar benar-benar bisa mengenyam pendidikan SMA. “Prinsipnya kami akan berupaya untuk menghubungi pihak-pihak terkait seperti Dinas Pendidikan Kabupaten, Dinasi Sosial, atau lembaga sosial lain untuk bisa membantu Wahyu,” tegas Dandim saat ditemui di Makodim 0707/Wonosobo. (*/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...