33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

35 Taruna Tingkat II dan III Diperiksa

Tewasnya Taruna Akpol Semarang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Sebanyak 35 saksi diperiksa terkait tewasnya taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam, 21, akibat dianiaya seniornya, Kamis (18/5). Mereka adalah 21 taruna tingkat II dan sisanya tingkat III. ”Ada 35 saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (19/5).

Condro mengatakan, dugaan penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya taruna tingkat II itu hingga kini masih dilakukan pengusutan. Pihaknya tengah mengumpulkan saksi dan barang bukti untuk menguatkan penetapan tersangka. Dugaan sementara, pelaku penganiayaan lebih dari satu orang. ”Kita mengarah seperti itu, tidak hanya satu orang,” ungkap Condro.

Condro menegaskan, kematian taruna asal Jalan Penghulu Gang Murtado No 21 RT1 RW 1 Kebayoran Lama Jakarta tersebut dipastikan meninggal akibat penganiayaan. Hal ini diketahui dari hasil otopsi forensik yang menerangkan paru-paru korban mengalami luka akibat pemukulan.

”Hasil otopsi sudah kita dapat. Tim dokter forensik mengatakan, luka di dada korban yang mengakibatkan sesak napas dan meninggal dunia. Jadi, kita pastikan itu meninggal karena penganiayaan atau pemukulan,” terangnya.

Seperti diberitakan koran ini kemarin, korban dianiaya oleh para seniornya di sebuah gudang kosong di Flat A Kompleks Akpol. Penganiayaan ini terjadi setelah kegiatan apel, Rabu (17/5) malam. Selanjutnya taruna tingkat II diberi waktu istirahat hingga pukul 23.00. Setelah itu, taruna II diminta untuk menghadap taruna tingkat III di gudang kosong tersebut. Diduga di tempat itu korban dianiaya oleh kakak seniornya. Hingga akhinya korban pingsan dan dibawa ke rumah sakit Akpol. Korban akhirnya meninggal dunia pada Kamis (18/5) sekitar pukul 02.00.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova menambahkan, pihaknya masih melakukan penelusuran dan pemeriksaan mendalam, termasuk menghimpun bukti kuat dalam penetapan tersangka kasus ini. Sebelumnya, pihak kepolisian yang telah melakukan gelar perkara, juga akan kembali melakukan gelar perkara kedua. ”Kita masih terus mengumpulkan barang bukti dan pemeriksaan mendalam sebagai penunjang penetapan tersangka. Malam nanti (kemarin) kita akan lakukan gelar perkara lagi,” katanya. (mha/aro/ce1)

Berita sebelumyaSuka Dunia Politik
Berita berikutnyaPsikologis Lansia Harus Digaja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tujuh Kelurahan Dikepung Banjir

KENDAL—Bencana banjir terus menghantui warga Kendal. Setidaknya tujuh kelurahan di Kecamatan Kota Kendal dikepung banjir akibat meluapnya Kali Kendal. Selain permukiman warga, banjir kembali...

Miliki Satu Tangan, Musisi Amerika Mampu Berkarya

SALATIGA - Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya dan berkreasi. Seperti yang dilakukan oleh Tony Memmel. Pria asal Milwaukee, Amerika Serikat ini...

Tantangan Pengembangan Kawasan Agropolitan

RADARSEMARANG.COM - PENGEMBANGAN kawasan agropoliton merupakan salah satu langkah strategis dalam pengembangan suatu wilayah, selain agrowisata, agroindustri atau agrobisnis. Agropolitan dapat dimengerti sebagai pengembangan...

Koleksi Ratusan Die Cast

Hobi memang bisa menjadi pemecah kejenuhan. Seperti yang dilakukan Kasatlantas Polres Salatiga AKP Eddy Sutrisno yang memiliki koleksi ratusan miniatur mobil atau die cast....

Tempat Berbelanja Produk Elektronik yang Nyaman

RADARSEMARANG.COM - Atlanta Electronics. Toko elektronik berkonsep modern pertama di Kota Semarang ini, lahir dari kerja keras sang pemilik, Santoso Kurniadi. MENGAWALI karier sebagai sales...

Tanpa Izin, Pemilik Genset Terancam Pidana 5 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Banyak pemilik genset yang kurang mengetahui bahwa kepemilikan genset harus dilengkapi dengan Izin Operasi (IO) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi tenaga operator...