33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Warga Sambongsari Enggan Pindah

Ganti Rugi Tol Tak Sesuai Luas Lahan

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

KENDAL—Tim Pembebasan Tanah (TPT) untuk proyek pembangunan tol Semarang-Batang dinilai teledor. Tim dinilai memberikan nilai ganti rugi yang tidak sesuai luasan tanah.

Seperti kasus yang dialami Makmun Abdullah, 75, warga Desa Sambongsari RT 1 RW IV Kecamatan Weleri Kendal. Tanahnya seluas 300 meter persegi, tapi ganti rugi yang diberikan hanya seluas 260 meter persegi. Sisanya 40 meter persegi tidak tercatat untuk diberi ganti rugi.

Akibatnya, Makmun sampai saat ini memilih bertahan dan enggan pindah dari rumahnya. Meskipun rumah tetangganya yang terkena proyek tol Semarang-Batang sudah diratakan menggunakan alat berat, Makmun tetap beraktivitas di rumahnya. Bahkan jembatan layang untuk tol Semarang Batang sudah berdiri di sebelah rumahnya.

Mbah Makmun, begitu ia akrab disapa oleh para tetanngga sekitar, mengaku tetap akan bertahan sebelum nilai ganti rugi yang diberikan sesuai dengan luasan tanah yang ada dalam sertifikatnya. Tidak hanya luasan tanah saja yang tidak sesuai nilai ganti ruginya. Ganti rugi untuk luas bangunan atas rumahnya juga berkurang 20 meter persegi. Lebih teledor, justru luasan tanah di sebelah timur rumahnya malah bertambah nilai ganti ruginya.

“Jadi tetangga saya itu menerima ganti rugi dengan nilai kelebihan tanah 30 meter persegi. Tapi milik saya bukannya bertambah, kok malah berkurang 40 meter persegi,” keluh Makmun, Kamis (18/5).

Makanya, Makmun bertekad ia tidak akan pindah dan tetap mempertahankan rumahnya. “Saya tidak menolak pembangunan tol atau nilai ganti rugi. Nilai ganti rugi sudah sesuai sama seperti lainnya. Saya menolak karena ganti rugi yang tidak sesuai dengan luas tanah,” tambahnya.

Ia mengaku sudah menanyakan hal tersebut ke perangkat desa terkait luas tanahnya yang berkurang. Namun jawaban dari pihak perangkat desa setempat, ia justru diminta mengajukan keberatan ke pengadilan. “Saya tanya kok malah suruh mengajukan gugatan ke Pengadilan,” akunya polos.

Kepala Desa Sambongsari Adi Gunawan mengaku sudah mengetahui hal itu. Ia menyarankan agar Mbah Makmun melakukan protes langsung ke Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Negara (BPN) Kendal. “Atau bisa mengajukan protes ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Batang-Semarang. Saya sudah menyarankan hal itu dan melengkapi dengan bukti-bukti yang dimiliki,” paparnya.

Sementara Kepala BPN Kendal, Hery Faturahman menjelaskan luas tanah ditentukan batas tanah dan batas tanah bisa saja berubah. Sedangkan hasil ukur yang ditetapkan sesuai batas tanah yang dipetakan terakhir.  “Kami juga tidak tahu batas tanah dulu sampai mana sebab bisa saja berubah sehingga yang digunakan batas tanah sesuai peta tol,” jelasnya

Walau demikian, pemilik bisa mengajukan permohonan pengukuran ulang dan hasilnya kemungkinan bisa berubah.  “Itu masalah teknis saja,  silakan ajukan komplain ulang ke bagian teknik dan bisa saja hasilnya berubah. Nanti akan kami lihat berkas-berkasnya dulu,” jelasnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Masyarakat Tegang, Apalagi Pangdam dan Kapolda

RADARSEMARANG.COM - RASANYA lega sekali ketika mendengar Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mencabut status siaga satu. Itu berarti ketegangan akibat serangan bom di...

Viral Pesan Berantai Perluasan ETLE Di Jakarta Ternyata Hoax

JawaPos.com - Kabar bohong melalui pesan berantai peringatan dalam berlalu lintas kembali terjadi. Kali ini, pesan melalui WhatsApp tersebar tentang peringatan adanya ujicoba perluasan program Electronic...

Apoteker Ajak Berantas Peredaran Obat Terlarang

SEMARANG–Maraknya peredaran obat terlarang seperti Pil Paracetamol Caffeine Carispodol (PCC), Trihex, Dextro dan lainnya, membuat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah gerah. Karena itu,...

PPDB Online SMA/SMK Jateng Serentak 1 Juli

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)...

Festival Oude Staad Suguhkan Nuansa Eropa

SEMARANG – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, terus berupaya menghidupkan kembali kawasan Kota Lama. Mengingat potensi wisata di kawasan peninggalan Kolonial Belanda...

Tepergok Nyetrum Ikan, Lari Tinggalkan Motor

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Polsek Rembang Polres Purbalingga mengamankan lima unit sepeda motor berbagai merek yang ditinggal pemiliknya di pinggir kebun wilayah Desa Karangbawang, Kecamatan...