33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Daya Serap Beras Lokal Rendah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin mengakui jika daya serap beras lokal saat ini masih rendah. Rendahnya penyerapan bukan karena kualitas beras lokal yang buruk namun tingginya harga beras lokal itu sendiri.

“Sehingga Dolog belum berani mengambil beras kita, karena harganya mahal,” ujar Mundjirin saat membuka Kabupaten Semarang Expo 2017 di Alun-Alun Bung Karno Ungaran, Kamis (18/5).

Saat ini daya serap beras lokal hanya mencapai 49 ton setiap bulannnya. Padahal target Pemkab Semarang, dalam sebulan, penyerapan beras lokal bisa mencapai 100 ton.

Sehingga program Suka Bela diluncurkan guna meningkatkan daya serap masyarakat terhadap beras lokal. Di mana salah satu strateginya yaitu PNS di masing-masing instansi Kabupaten Semarang diwajibkan membeli beras lokal sebanyak 10 kilogram.

“Dan itu ternyata efektif. Meski target penyerapan masih jauh. Namun kita optimistis, ke depan daya serap beras lokal akan meningkat,” katanya.

Mundjirin juga berharap, nantinya tidak hanya beras lokal saja yang memiliki daya serap tinggi. Namun untuk komoditi yang lain seperti sayur-sayuran.

Expo Kabupaten Semarang 2017diikuti sedikitnya 112 peserta. Mereka terdiri dari 8 kementerian, 76 pelaku UMKM Kabupaten Semarang, dan beberapa dari kabupaten lain. “Ada dari Jatim, Nganjuk, Simalungun, Sulawesi. Diharapkan tercapai transaksi Rp 4 miliar dari expo ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabup[aten Semarang Moh Natsir.

Jika berkaca dari pengalaman tahun lalu yang hanya terealisasi Rp 3,5 miliar, menurut Natsir dikarenakan momentum pelaksanaan pameran tidak tepat. “Karena digelar setelah Lebaran, sehingga momentumnya tidak pas. Kalau ini pas, karena mau Lebaran,” katanya. (ewb/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pembangunan RSUD Akan Diaudit

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto akan meminta Badan Pmeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit hasil pembangunan RSUD Ungaran tahap I. Pasalnya,...

Hendi Terima Gelar Kepala Daerah Terbaik

SEMARANG - Kiprah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam pembangunan kota selama satu tahun kepemimpinannya tidak diragukan lagi. Berbagai penghargaan berhasil diraih oleh pria...

Kirab Budaya Ponpes Girikusumo Meriah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Kirab budaya di Ponpes Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen berkangsung meriah. Kegiatan ini diikuti ribuan warga setempat. Berbagai hasil kebun dan pertanian diusung...

Ribuan Penumpang KA Terlantar

SEMARANG-Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang telah mengganggu perjalanan Kereta Api (KA) di Daop IV Semarang. Akibatnya 1300 penumpang baik yang akan ke Semarang...

Minim, Perusahaan Bersertifikat Halal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jumlah pengusaha pangan, obat-obatan dan kosmetik yang sudah memiliki sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM...

Pemkot Kaji Ulang Proyek TPU Kumpulrejo

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Salatiga tidak bisa melaksanakan proyek pembangunan tempat pemakaman umum (TPU) di daerah Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo pada...