33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Atasi Kemacetan Kota, Ajak Pekerja Budayakan Naik Sepeda Onthel

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Di tengah kota yang sibuk, pria satu ini konsisten mengajak masyarakat untuk membudayakan naik sepeda onthel. Tentunya agar mengurangi potensi kemacetan arus lalu lintas kota. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

PRIA sederhana itu Ariyanto Raharjo, warga Jalan Ngesrep Timur V No 36 Semarang. Selain hobi, budaya naik sepeda onthel dimanfaatkan sebagai upaya untuk peduli hidup sehat. Sepeda baginya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari cerita hidupnya.

Melalui budaya bersepeda, ia mengajak masyarakat peduli lingkungan, mengurangi polusi udara, kemacetan, dan menyehatkan. Tetapi budaya naik sepeda ini justru kian ditinggalkan oleh kebanyakan masyarakat. Nyaris semua orang di perkotaan naik motor dan mobil, sehingga jalan raya berjubal kendaraan baik motor maupun kemacetan.

Ia bersama komunitasnya, Bike to Work Semarang, mengajak generasi muda sekarang agar tetap membudayakan naik sepeda onthel. Anggota komunitas ini memang didominasi para pekerja di Kota Semarang yang tetap naik sepeda onthel, meski kebanyakan mereka memiliki motor dan mobil.

”Saya termasuk orang yang menggunakan sepeda tidak hanya untuk berolahraga. Tapi untuk beraktivitas. Bike to Work, bahwa sepeda buat aktivitas sehari-hari. Baik untuk bekerja, ke sekolah, maupun aktivitas lain,” kata Ariyanto saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakan, banyak orang yang memiliki sepeda onthel. Tetapi mereka kebanyakan menggunakan sepeda hanya untuk olahraga pagi, terutama weekend. ”Saya pernah bikin survei kecil-kecilan, ada berapa orang yang punya sepeda tapi yang benar-benar bike to work di Kota Semarang. Ternyata hanya kurang lebih 20-30 persen yang Bike to Work di Kota Semarang. Itu pun tidak setiap hari,” katanya.

Di Kota Semarang, kata dia, orang tidak menggunakan sepeda dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya faktor geografis, karena wilayah di Kota Semarang berbukit dan banyak tanjakan. Selain itu juga faktor cuaca panas. Sehingga orang lebih memilih naik motor dan mobil.

”Anak-anak sekolah yang naik sepeda itu hanya sampai di tingkat SMP saja. Begitu menginjak SMA, rata-rata mereka sudah tidak naik sepeda lagi. Karena trennya sudah naik motor,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kejari Siap Mengawal DD dan ADD 

KENDAL—Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal mengingatkan agar desa berhati-hati dalam menggunakan anggaran desa, baik dari Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) maupun dana hibah...

MTs Al Uswah Siap Diklarifikasi Ombudsman

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pihak MTs Al Uswah Kecamatan Bergas mengaku siap menghadapi klarifikasi pihak Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng. Menyusul pelaporan yang dilakukan oleh orangtua...

Gus Mus: Puisi Adalah Keindahan

SEMARANG – Gelaran sastra pelataran ke-12, menjadi giliran Mustofa Bisri atau yang akrab dengan sapaan Gus Mus. Ratusan penikmat sastra, dari seluruh wilayah Kota...

Infrastruktur Buruk, Angka Putus Sekolah Tinggi

MUNGKID—Angka putus sekolah di Dusun Pranten, Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, cukup tinggi. Penyebabnya, infrastruktur di wilayah perbukitan gunung Telomoyo itu, sangat memprihatinkan. Anak-anak...

MAJT Miliki Halal Mart MAS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Upaya pengembangan ekonomi umat yang produktif sekaligus pemberdayaan masyarakat, terus digalakkan. Kali ini, dengan mendirikan Halal Mart Masjid Agung Semarang (MAS) yang merupakan...

Rob, Terminal Terboyo Lumpuh

SEMARANG - Jelang arus mudik Lebaran, Terminal Terboyo lumpuh total oleh genangan air pasang laut atau rob, Jumat (2/6) kemarin. Hampir seluruh area Terminal...