33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Aqiqah Hukumnya Wajib ?

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Saya ingin bertanya bagaimana hukum aqiqah ? Apakah ada batasan waktu pelaksanannya ? Apakah hewan aqiqah bisa diberikan pada yayasan anak yatim dan dipotong di sana atau dipotong terlebih dahulu di rumah lalu dibagikan pada yayasan anak yatim (tanpa mengundang tetangga untuk acara tersebut)? Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah.

Fikri Haikal, di Semarang 085865479xxx

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Fikri Haikal di Semarang yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Aqiqah atau menyembelih binatang (kambing) menyambut kelahiran bayi diperselisihkan hukumnya oleh ulama. Hal yang disepakati adalah aqiqah bukan wajib. Ia hanya dinilai sunnah atau anjuran oleh mayoritas ulama. Dalam mazhab Abu Hanifah, sunnah pun tidak karena dalam pandangan ulama mazhab ini, menyembelih hewan qurban pada Idul Adha dan tiga hari sesudahnya telah membatalkan anjuran Nabi SAW. Untuk melaksanakan aqiqah. Namun mazhab Abu Hanifah tidak melarang apalagi menilai haram atau makruh menyembelih binatang sebagai tanda syukur menyambut kelahiran seorang anak.

Dalam pandangan mazhab Malik, hewan yang disembelih adalah seekor kambing, baik yang lahir lelaki maupun perempuan dengan alasan riwayat dari sahabat Nabi SAW, Ibnu Abbas, bahwa Rasul SAW mengaqiqahkan kedua cucu beliau (Hasan dan Husain) dengan seekor kambing. Mazhab Syafi’I dan Hanbali menganjurkan menyembelih dua ekor kambing bila anak yang lahir laki-laki dan seekor bila perempuan. Itu sebaiknya dilaksanakan pada hari ketujuh, tetapi tidak ada halangan melaksanakannya sebelum maupun sesudah hari ketujuh dari kelahiran anak itu (selama belum balig).

Demikian pandangan ketiga mazhab. Mazhab Hanbali membolehkan melaksanakan aqiqah oleh yang bersangkutan sendiri walau setelah ia dewasa karena dalam pandangan ulama-ulamanya, tidak ada batas waktu bagi pelaksanaannya.

Tidak ada tempat yang ditentukan bagi pemotongan hewan aqiqah, tidak juga terlarang memberinya pada yayasan sosial atau anak-anak yatim. Memang, sebagian ulama menganjurkan agar dagingnya dimasak, sebagian disantap di rumah dan sebagian lainnya dikirim ke rumah-rumah yang dianggap wajar diberi. Mazhab Malik tidak menganjurkan mengadakan acara aqiqah di rumah dengan mengundang orang untuk memakannya.  Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. Wallahu a’lam bishshowab. (*/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

UM Magelang Gelar Ramadan Ceria

MAGELANG--Selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa hingga Kamis (6-8/6), UM Magelang beserta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Magelang menggalang semangat untuk membantu warga...

Bupati Kudus Raih Gelar Doktor di Undip

SEMARANG-Rasa syukur dan haru terlihat di wajah H Musthofa, Bupati Kudus. Terutama, saat Yuwanto Ph.D selaku sekretaris Sidang Ujian Promosi Doktor Ilmu Sosial Undip...

Duta Wisata Jadi Ujung Tombak Promosi

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Bupati Wihaji meminta para duta wisata dan masyarakat umum gencarkan promosi wisata di Kabupaten Batang lewat media...

SMP Selalu Ranking, Kini Hanya Bisa Duduk di Rumah

Wahyu Tri Pujiati, 18, remaja asal Dukuh Diwek, Desa Kaliputih, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, hanya bisa duduk memandangi pelajar SMA yang lalu lalang di depan...

Mahmudah Piawai Kemudikan Mobil Tanki Pertamina

RADARSEMARANG.COM - LAZIMNYA pengemudi awak mobil tanki (AMT) Pertamina adalah seorang pria. Namun pekerjaan pria ini bisa dilakukan dengan baik oleh Mahmudah. Ya, perempuan...

Dorong Percepatan Pembangunan Setelah Ada Perubahan Konstruksi

MUNGKID—DPRD Kabupaten Magelang melakukan inspeksi pembangunan Pasar Muntilan dan Perpustakaan Daerah, kemarin. Kegiatan pengawasan lapangan, diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan, sekaligus pengawasan terhadap progress...