33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

4.700 Lampion Hiasi Langit BKB

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Langit di atas kawasan Banjir Kanal Barat (BKB), tepatnya di Jalan Bojongsalaman, Kamis (18/5) malam, terlihat cantik, berhias ribuan lampion yang diterbangkan masyarakat, sebagai tanda dibukanya Festival BKB 2017.

Sebanyak 4.700 lampion diterbangkan sekitar pukul 22.00. Ribuan masyarakat pun terlihat tumpah ruah di sepanjang kawasan BKB.

Berduyun-duyun tanpa henti, warga masuk dari pintu sebelah selatan ataupun utara. Akses Jalan Bojongsalaman sudah ditutup sebelumnya dan hanya untuk pejalan kaki. Anak muda atau masyarakat yang sudah berkeluarga tak mau ketinggalan dalam event tahunan itu.

Masyarakat disuguhkan Festival Perahu Hias, Tari Sinergi Budaya, Gamelan Pelangi, Fire Dance, dan Street Art Festival. Pengunjung juga dapat berswafoto pada stan Lampion Kapal Photo Booth. 115 stan UMKM dari setiap kelurahan seluruh kecamatan menyuguhkan berbagai produk unggulan untuk ribuan pengunjung yang datang.

Dari pintu masuk sebelah selatan, kaum muda-mudi lelaki dan perempuan berswafoto ria di bawah gapura yang berhiaskan lampu lampion serta lampion ikan di sisi pintu masuk.

”Saya dari Jatingaleh, ke sini naik odong-odong, ini sama cucu saya ada 3, dan anak saya. Kalau dari Jatingaleh rombongan 22 orang naik odong-odong dengan tetangga,” kata Warsiati, 64.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu membuka acara Festival Banjir Kanal Barat ini dengan memukul gong bersama-sama dengan sejumlah tokoh.

Hendi-sapaan akrab wali kota mengatakan, festival ini untuk masyarakat Kota Semarang seluruhnya. ”Selamat ulang tahun untuk Kota Semarang ke-470, festival ini untuk seluruh masyarakat Kota Semarang,” katanya.

”Ayo kita warga Semarang berikan sesuatu yang terbaik untuk kota ini. Di sini tempat kita hidup, bernapas dan melakukan apa pun,” ajaknya.

Di depan panggung utama, artis nasional Cakra Khan menghibur masyarakat dengan lagu-lagunya.

Pukul 21.30 WIB parade perahu hias dimulai. Perahu hias pertama dari PIP Semarang. Kemudian diikuti dari Bank Jateng yang menyuguhkan penggambaran wayang. Tak ketinggalan juga belasan perahu lainnya yang menjadi objek lensa kamera warga. Puncak acara penerbangan 4.700 lampion dimulai.

Hendi dan Mbak Ita, menyalakan api lampion. Sebelumnya panitia membagi-bagikan lampion ke warga. Sejenak, kemudian secara serentak, Hendi dan Mbak Ita menerbangkan lampion dari sisi panggung utama.

Masyarakat yang sudah menempati lokasi sepanjang bantaran sungai, pun ikut menerbangkan lampion. Langit Semarang menjadi merah oleh lampion-lampion. Keseruan ini diharapkan dapat diulang lagi setiap tahunnya serta menjadi hiburan dan dapat membawa Kota Semarang lebih dikenal di luar daerah sebagai kota tujuan wisata.

”Festival perahu dan lampion ini sebagai sebentuk kreativitas warga Kota Semarang. Ini juga ajang mempromosikan sungai Banjir Kanal Barat untuk tujuan wisata. Di mana sungai Banjir Kanal Barat sedang dalam program normalisasi untuk mencegah banjir. Kemudian pelambangan 4.700 lampion menggambarkan usia Kota Semarang yang ke-470 dan semoga msyarakat semakin sejahtera,” tutup Hendi. (mg30/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...