31 C
Semarang
Rabu, 2 Desember 2020

Batik Batang Bertahan di Tengah Gempuran Industri Tekstil

Menarik

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

BATANG-Kabupaten Batang sangat terkenal dengan batiknya. Di tengah gempuran industri tekstil, Batik Batang masih tetap mampu bertahan.

Pekan lalu, penulis berkesempatan mengunjungi salah satu produksi batik rumahan Mbak Utin, Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Batang, Jawa Tengah. Ia tergabung dalam salah satu kelompok batik Rifaiyah.

Wanita paruh bayah itu penuh semangat menjelaskan kepada kami soal proses membatik yang ia sudah geluti puluhan tahun. Dari tangan terampilnya, tercipta batik-batik yang cukup digemari pecinta batik.

“Di sini setiap rumah bisa membatik. Satu kelompok itu punya pakem yang sama,” ujar dia mengawali perbincangan.

Di kawasan rumah milik Mbak Utin, setidaknya ada sekira 48 lebih rumah yang konsep membatik. Tiap kelompok, kata Mbak Utin, sedikitnya punya 24 motif batik. Uniknya, setiap orang bisa melakukan seluruh proses membatik sendiri. Mulai dari membuat pola, mewarnai, hingga finishing.

“Selain dari pakem itu, sebenarnya kita punya motif modifikasi. Karena kita sesuaikan dengan permintaan pasar,” bebernya.

Batik milik Mbak Utin terbilang premium. Pasalnya, sudah dipasarkan hingga Singapura. Dari segi harga, dipasarkan mulai Rp800 ribu hingga Rp2,2 juta untuk satu batik.

“Ini juga buatnya cukup rumit. Termasuk lama. Tiga bulan, ini belum selesai,” sebutnya sambil menunjukkan salah satu batik yang masih dalam tahap pembuatan.

MUSEUM BATIK : Beberapa motif batik di Gallery Museum Batik Pekalongan.
MUSEUM BATIK : Beberapa motif batik di Gallery Museum Batik Pekalongan.

Ditemui di tempat yang berbeda, Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Bambang Saktono menjelaskan, khusus Batik Pekalongan terkenal dengan pewarnaannya. Sangat berani.

“Misalnya untuk Batik Solo, itu agak kecoklatan. Kalau kita sangat berani untuk warna-warnanya,” kata Bambang.

Bambang mengakui, saat ini hambatan yang dialami pembatik yakni munculnya industri tekstil yang sebenarnya bukan batik. Jika tak difilter pemerintah, kondisi ini bisa mematik pembatik rumahan.

“Batik printing itu kini sedang booming. Kita berharap, dukungan pemerintah untuk mengatur pasarnya. Jangan sampai, ini mematikan industri yang benar-benar produk original,” harapnya. (Ags/web/ap)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...