33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

299 Minimarket Tak Berizin

Penegakan Perda Dinilai Tumpul

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

”Saya berharap sesegera mungkin toko modern yang tidak berizin ditertibkan. Kalau bisa di-police line.”

Supriyadi

Ketua DPRD Kota Semarang

SEMARANG – Maraknya minimarket ilegal di Kota Semarang mendapat sorotan dari DPRD Kota Semarang. Tercatat, saat ini terdapat lebih dari 529 minimarket di Kota Atlas. Jumlah itu telah melebihi pembatasan kuota yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Ironisnya, dari jumlah tersebut hanya 230 minimarket yang sudah berizin. Separo lebih sisanya atau sebanyak 299 minimarket diketahui ilegal.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menilai masih banyaknya minimarket atau toko modern ilegal di Kota Semarang merupakan bukti masih tumpulnya penegakan perda. Padahal dampak menjamurnya minimarket ilegal yang tak terkontrol ini mengakibatkan matinya ekonomi kerakyatan berbasis pedagang tradisional.

”Saya berharap sesegera mungkin toko modern yang tidak berizin ditertibkan. Kalau bisa di-police line,” tegas Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (17/5).

Mengenai regulasi minimarket, kata Supriyadi,  semuanya sudah diatur perda. Tentunya sebagai pihak penegak perda adalah Satpol PP. ”Mana yang sudah berizin maupun belum, tergantung dari ketegasan Satpol PP sebagai penegak perda. Kalau mereka selalu tumpul, hanya menertibkan PKL saja, itu artinya penegakan perda belum menyeluruh. Banyak perda yang belum ditegakkan di roda pemerintahan ini,” katanya.

Dia mencontohkan, aturan jarak minimarket tidak boleh berdiri dalam radius 100 meter dari pasar tradisional. Namun nyatanya aturan ini masih diabaikan. ”Seperti ini kan harus ditegakkan. Jangan sampai minimarket menjamur hingga menyebabkan pedagang tradisional maupun ekonomi kerakyatan semakin punah, akibat tumbuhnya toko modern yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Menanggapi masih banyaknya minimarket atau pasar modern tak berizin di Kota Semarang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, meminta peran serta masyarakat untuk melakukan pengawasan. Apabila menemukan minimarket tak berizin, masyarakat dipersilakan untuk aktif melaporkan kepada pihaknya. ”Menurut saya, bangunan-bangunan yang tidak berizin ini sudah menjadi tugas otomatis dari dinas-dinas terkait (untuk melakukan penindakan). Mulai dari menegur, melayangkan surat peringatan hingga melakukan pembongkaran,” kata Hendi –sapaan akrab Hendrar prihadi saat ditemui di kompleks Balai Kota Semarang, kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajak Komunitas Rasakan Performa Total Control

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Main Dealer Astra Motor Jateng mengajak ratusan pengguna Honda CBR series dengan menggelar Track Day Honda CBR Community. Kegiatan ini sendiri dilakukan di Sirkuit...

Booming saat Kerap Dimainkan Ibu-Ibu Dharma Wanita

Petrus Kaseke adalah pembuat alat musik kolintang yang masih bertahan hingga sekarang. Pria 74 tahun ini memproduksi kolintang di rumahnya di bilangan Jalan Osamaliki,...

Persitema U-17 Diminta Bangkit

TEMANGGUNG—Tim Persitema pada 2017 ini, digelontor anggaran sebesar Rp 270 juta dari pemerintah setempat melalui dana APBD 2017. Dengan anggaran tersebut, Persitema diharapkan bisa...

Terpikat Musik Keroncong

KERONCONG kerap dianggap musik yang yang kuno atau musiknya orang tua. Tapi, rupanya tidak bagi Nur Asriyani. Gadis yang akrab disapa Inung ini justru...

Lampu Asian Games Hiasi Taman BKB

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masyarakat Kota Semarang terlihat menikmati suasana sore hari di Taman Kota yang berlokasi di kawasan Banjir Kanal Barat (BKB), Minggu (29/7). Warga yang...

Polda Siapkan Penanganan Arus Mudik

SEMARANG - Mudik Lebaran masih 2 bulan lagi, namun Polda Jateng sudah mulai melakukan persiapan. Kemarin, jajaran Polda Jateng mulai memelototi hasil evaluasi arus...