33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Ribuan Rumah Kos Ilegal

400 Pengusaha Kos Tertib Bayar Pajak

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

SEMARANG – Salah satu potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak tergarap maksimal di Kota Semarang adalah sektor pajak rumah kos. Saat ini, dari ribuan rumah kos yang tersebar di Kota Atlas, tercatat baru 600 rumah kos resmi. Sisanya, dikategorikan tidak berizin alias ilegal.

Para pengusaha kos mengeruk keuntungan besar dari hasil bisnisnya. Namun diperkirakan ada ribuan pengusaha kos yang tidak membayar pajak. Saat ini, Pemkot Semarang sedang gencar melakukan penataan di sektor pengelolaan rumah kos ini. Selain tidak taat perizinan, rumah kos yang tidak berizin ini sulit terkontrol. Dampaknya banyak rumah kos kerap disalahgunakan menjadi sarang kejahatan. Mulai pergaulan bebas, sarang peredaran narkoba hingga sarang pelaku terorisme. Semua bermula dari lemahnya pengendalian pengelolaan rumah kos oleh pemerintah setempat.

Untuk itulah, dibentuk Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengelolaan Rumah Kos di DPRD Kota Semarang. Tim ini masih terus melakukan pemetaan dan pendalaman kajian mengenai seluk-beluk pengelolaan rumah kos.

”Selama ini, rumah kos disebut legal atau ilegal, hanya berdasarkan atas membayar pajak atau tidak. Sedangkan mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan izin penyambungan jalan masuk, selama ini diabaikan. Setelah izin dilengkapi, pengusaha kos harus membayar pajak. Ini sangat eman-eman kalau tidak ditertibkan,” kata Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Rumah Kos, Suharsono, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah kos D’Paragon yang terletak di Jalan Yogya, tak jauh dari Jalan Veteran, Semarang, Selasa (16/5).

Dikatakannya, penertiban rumah kos ini sangat penting untuk dilakukan. Mengingat pertumbuhan Kota Semarang sangat pesat. Sebab, bagaimanapun pembangunan rumah kos terkait dengan ketertiban dan keamanan lingkungan di sekitarnya. Bahkan jika tidak dapat dikendalikan, dampaknya bisa merembet terhadap tindakan penyalahgunaan tempat kos.

”Sesuai aturan, setiap pengusaha kos yang memiliki 10 kamar nantinya harus melakukan proses perizinan. Sebab, rumah kos yang memiliki lebih dari 10 kamar, tentu memiliki dampak lingkungan dan menimbulkan persoalan baru. Misalnya, akses jalan maupun persoalan parkir,” bebernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Mantan Timses Dituntut 4 Tahun

SEMARANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap mantan tim sukses (timses)...

Fokus Pelestarian Budaya

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Menjaga kelestarian budaya saat ini menjadi fokus Desa Timpik Kecamatan Susukan. Pemikiran tersebut muncul dari Kepala Desa Timpik, Syuhada. Bentuk peletarian...

Siti Masitha Dituntut 7 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tuntutan berbeda dijatuhkan Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno dan...

Pengunjung Mal Diperiksa Ketat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Baru memasuki awal-awal Puasa, warga Magelang mulai mempersiapkan kebutuhan Hari Raya Idul Fitri. Beberapa pusat perbelanjaan sudah mulai dipadati. Salah satunya,...

Hari Ini, Pemudik Tiba di Terminal

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 33 armada bus siap mengangkut ribuan pemudik dari daerah Jakarta dan sekitarnya menuju Terminal Tidar Kota Magelang. Rombongan armada bus...

Terima Mandat Presiden, Hendi Gerak Cepat

SEMARANG - Usai membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Temanggung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian bertolak menuju Jakarta...