31 C
Semarang
Rabu, 25 November 2020

IKM Dukung Kebinekaan, Tolak Intoleransi

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Paguyuban Ikatan Keluarga Maluku (IKM) di Jawa Tengah mendukung sepenuhnya upaya Pemprov Jateng dalam menjaga kebinekaan dan toleransi antarumat beragama. IKM juga secara tegas menolak paham radikalisme, terorisme, ISIS dan Intoleransi.

Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban IKM Jateng John Richard Lutuihamallo saat menggelar acara tahunan, Senin (15/5) malam.

Menurut John, kebinekaan yang telah terbina sejak zaman kemerdekaan harus terus dijaga. Pihaknya juga berharap Jateng yang selalu kondusif, bisa tetap menjadi palang pintu untuk menjaga tidak hidupnya paham radikalisme, terorisme, ISIS dan Intoleransi tersebut.

Adapun IKM sendiri, dijelaskan John berdiri di Jateng sejak 2008 lalu, yang bertujuan sebagai paguyuban kekeluargaan warga negara Indonesia kelahiran Maluku. Untuk menjaga kebinekaan tersebut, ia mencontohkan seperti yang dilakukan di Maluku, di mana persahabatan antarumat beragama dan toleransi keagamaan terjaga dengan baik, sehingga bisa menjadi mercusuar kebinekaan di Indonesia.

”Di Maluku saat akan membangun sebuah masjid panitia yang mengerjakan dari agama Kristen, begitu juga sebaliknya, saat akan membangun gereja, panitianya orang muslim. Kekerabatan ini dikenal dengan Pela Gandong atau istilahnya kebersamaan dalam perbedaan, bisa juga menjadi saudara bersaudara,” kata John yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng ini.

John menyatakan, kebiasaan tersebut sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu dan itu menjadi jati diri warga Maluku. Adapun pelajaran tradisi tersebut, yang bisa dipetik menurutnya, perbedaan bukan alasan untuk menjadi terpecah belah.

”Kami memiliki anggota 500-an orang, tersebar di Jateng, ada yang anggota DPRD, militer, swasta, advokat, jurnalis dan pekerja profesional. Kami juga rutin melakukan perayaan Patimura, yang dilakukan rutin setiap 15 Mei,” sebutnya.

Wakil Ketua IKM Jateng Denny Tulaseket, menambahkan, untuk turut serta menjaga kebinekaan tersebut, paguyubannya sering saling kunjung-mengunjungi saat perayaan keagamaan masing-masing anggotanya, walau berbeda-beda agama. (jks/zal/ce1)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...