33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Dewan Nilai Kurikulum Kebangsaan Masih Kurang

Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang (sub)

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Pendidikan Pancasila dan pendidikan terkait kebangsaan wajib dilakukan di sekolah, baik formal maupun nonformal. Mengingat, Pancasila merupakan dasar negara Indonesia perlu terus dipahamkan oleh generasi penerus bangsa ini dan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso usai menjadi pembicara dialog interaktif DPRD Kota Semarang dengan tema Kebersamaan dalam Kebinekaan di lobi lounge Hotel Pandanaran Jalan Pandanaran Semarang.

”Tentunya di semua lini formal mapun nonformal wajib hukumnya ada waktu atau space untuk membahas terkait nilai nilai kebangsaan. Dasar negara kita Pancasila,” ujar Joko Santoso. Dia menambahkan, untuk lebih nenanamkan jiwa kebangsaan, perlu adanya penambahan kurikulum terkait nilai kebangsaan.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, kurikulum di sekolah-sekolah yang memberikan pemahaman nilai kebangsaan sampai jenjang perguruan tinggi masih kurang. ”Kami sudah pernah sampaikan ke pemkot atau pusat,  bahwasanya jumlah atau kurikulum terkait masalah kebangsaan di SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi itu kurang. Ini yang masih menjadi PR kita bersama,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga terus mendorong pemkot melalui Kesbangpol untuk terus melakukan kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai kebangsaan untuk terciptanya kebinekaan di Kota Semarang. ”Jadi kita akan diskusi dengan Kesbangpol, mana saja kegiatan-kegiatan yang bisa difasilitasi pemerintah. Kita dorong supaya Semarang yang sudah aman ini bisa dipertahankan tetap aman,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Isdiyanto mengatakan, banyak kegiatan yang dilakukan dalam terus memberikan pemahaman nilai-nilai kebangsaan di Kota Semarang. Dengan tema yang diangkat dari tren masyarakat diharapkan mampu menciptakan dan mewujudkan kerukunan di Kota Semarang.

Di antaranya ada kegiatan gema kebangsaan, program bela negara, wawasan kebangsaan, dan pendidikan politik untuk memberikan dan menyebarkan virus nilai-nilai kebinekaan dan berkebangsaan. ”Gema Kebangsaan teknisnya itu, jadi kita mengangkat persoalan-persoalan yang krusial di masyarakat untuk kita bahas bersama,” katanya.

Tentu saja dengan melibatkan juga seluruh ormas di Kota Semarang. Dia menambahkan, program bela negara, wawasan kebangsaan, dan pendidikan politik adalah program yang menyasar kepada pelajar. Dengan kegiatan ini diharapkan, pemahaman kebinekaan memang harus diberikan sejak usia dini. (HMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tunggu Kepemimpinan Kungfu Panda

Peru (artinya “akbar”) adalah negeri asal usul kentang. Juga negara penghasil ikan terbesar dunia karena lautnya jadi pertemuan arus panas dan dingin yang menyuburkan...

Tantangan Pancasila Masih Berat

SEMARANG – Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono mengatakan tantangan Pancasila saat ini masih cukup berat. Tantangan bahkan ada di setiap sila Pancasila,...

Jateng Siap Gelar Popnas

SEMARANG – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Urip Sihabudin memastikan lima kabupaten/kota hampir seratus persen siapme jadi tempat berlangsungnya Pekan Olahraga...

Sewa Stadion Terlalu Mahal

MAGELANG – Sewa lapangan sepak bola di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang dinilai terlalu mahal. Minat masyarakat untuk menyewa sangat minim. Selama 3 bulan di...

Bikin Kampung Pelangi di Magersari

"Kalau memang anggaran ada, perencanaannya matang dan infrastrukturnya siap, sesegera mungkin direalisasikan. Asalkan programnya tidak berbenturan dengan peraturan yang ada." Sigit Widyonindito, Wali Kota...

Menghemat Listrik dan Cegah Kerusakan Peralatan Elektronik

Dua mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan alat untuk memperbaiki kualitas listrik. Namanya SMART COPY. Seperti apa? AFIATI TSALITSATI RADARSEMARANG.COM - PERMASALAHAN kualitas listrik disebabkan oleh faktor...