32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Wisata Ceria Berubah Jadi Duka

RENCANA wisata kelas X SMK Panca Karya Sentul Bogor di Jogjakarta dan Magelang yang harusnya berlangsung ceria berubah jadi duka. “Kami berangkat dari sekolah Senin (15/5) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Tujuan wisata ada tujuh tempat, yaitu Pantai Parangtritis, Goa Pindul, Malioboro, Candi Borobudur, dan tiga lainnya,” tutur salah satu siswa Siti Aminah, 18, yang terisak di atas kursi roda, Selasa (16/5).

Siti menceritakan, bus yang ditumpanginya seringkali mengebut sejak dari Cikarang, Pantura hingga ke Semarang. Tapi karena suasana sedang senang, para siswa tidak merasa takut. Saat perjalanan dari Semarang ke Salatiga, sebagian besar penumpang tertidur karena kelelahan. Saat itu ada beberapa teman yang sedang tidak enak badan mungkin karena mabuk perjalanan.

“Terutama Sarifah Nurjanah yang sepanjang jalan hanya tiduran karena sedang kurang enak badan, mungkin mabuk perjalanan,” kata Siti sambil menerawang mengingat sosok Sarifah yang meninggal dunia dalam kejadian ini.

Kebetulan ketiga korban yang meninggal, posisi duduknya tidak jauh dari Siti. Mereka duduk di kursi tengah sisi kiri, sementara Siti di sisi kanan.

Siti kembali mengingat-ingat saat kejadian. Kondisi saat itu masih gelap dan sebagian penumpang tertidur lelap, termasuk guru-guru pendamping. “Saat melaju di jalan yang naik turun, bus agak cepat. Saya tertidur kadang terbangun.”

Tiba-tiba terdengar benturan keras dan ada letusan. “Semua terbangun dan berteriak-teriak histeris, saya juga berteriak. Tiba-tiba bus terguling-guling beberapa kali. Saat itu banyak teman-teman yang berjatuhan dan terluka,” kata Siti sambil sesenggukan.

Setelah bus berhenti, Siti merangkak keluar meski saat itu merasakan sakit di pergelangan kaki kiri. “Saya melihat tiga teman saya tertindih bus dan diam tak bergerak. Saya memikirkan yang penting bisa keluar dulu. Bapak ibu guru juga panik dan membantu teman-teman, warga banyak yang datang menolong,” urai Siti sambil menghapus air matanya. Siti mengaku masih shock dan trauma atas kejadian tersebut.

Siswa lain yang mengalami luka, Nur Qoriyah, 17, menceritakan, ia saat itu juga tertidur bersama teman-teman lain. “Tiba-tiba terdengar benturan keras dan teriakan terdengar di mana-mana. Semua panik dan langsung berusaha keluar dari bus,” kata Nur sambil sesenggukan. (cr3/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here