28 C
Semarang
Minggu, 13 Juni 2021

2018, Karimunjawa Bisa Disandari Kapal Besar

SEMARANG – Pada 2018 mendatang, perekonomian di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara bakal meningkat. Sebab, kapal-kapal besar sampai 6 ribu dead weight tonnage (DWT) bisa bersandar di Pelabuhan Legon Bajak, Karimunjawa. Saat ini, pelabuhan itu hanya mampu disandari kapal berukuran 500 DWT saja.

Staf Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Karimunjawa, Sutarto menjelaskan, Pelabuhan Legon Bajak akan diperluas menjadi 77 x 10 atau 770 meter persegi. Sementara bagian trestle menjadi 76 x 6 meter atau 456 meter persegi. Perluasan pelabuhan tersebut menelan anggaran Rp 29,2 miliar dari APBN 2017 yang dicairkan lewat Kementerian Perhubungan.

Saat ini tahapannya baru proses lelang pekerjaan. ”Ditargetkan bisa tuntas akhir tahun ini. Kalau sudah jadi, kapal tongkang yang ukurannya 3 ribu DWT, diizinkan bersandar di sana,” tegasnya.

Dia mengaskan, pengembangan Pelabuhan Legon Bajak sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kerusakan terumbu karang di perairan Karimunjawa akibat tertabrak tongkang Januari 2017 lalu. Tapi pengembangan pelabuhan tersebut, akan menjadi solusi bagi tongkang yang terpaksa harus bersandar dengan alasan berlindung dari cuaca buruk.

”Perluasan Pelabuhan Legon Bajak juga atas usulan Gubernur Ganjar Pranowo untuk mempermudah distribusi BBM dan kebutuhan pangan pokok ke Karimunjawa,” ucapnya.

Untuk kapal penumpang berukuran besar seperti Kapal Pelni KM Kelimutu, tetap tidak bisa sandar di Pelabuhan Karimunjawa. Penumpang diturunkan di perairan dan dijemput kapal-kapal kecil menuju dermaga.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jateng, Ahsin Maruf mengatakan, pengembangan Pelabuhan Legon Bajak bisa jadi solusi kerusakan terumbu karang akibat tertabrak tongkang. Tapi dia mengingatkan penyelesaian secara  pidana dan perdata kerusakan terumbu karang itu harus terus ditindaklanjuti.

Kasus tersebut telah dilaporkan pada Polda Jateng dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Surabaya. ”Jangan sampai kasus ini menguap,” ungkap Ahsin. (amh/ric/ce1)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here