26 C
Semarang
Selasa, 8 Juni 2021

Mirna Akan Buat Perbup Sungai

KENDAL – Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pantauan ke Sungai Kaliaji di Desa Krajan, Kecamatan Kaliwungu. Sungai tersebut memang kondisinya memprihatiankan. Bupati berharap, Pemprov Jateng segera menormalisasi sungai agar warga Kaliwungu tidak lagi dihantui banjir saat musim penghujan.

Pantauan koran ini, kondisi Sungai Kaliaji memang sangat memprihatinkan akibat sedimentasi yang tinggi. Selain itu, sungai juga dipenuhi sampah dan semak belukar yang tumbuh subur di badan sungai.  Akibatnya, sungai menjadi dangkal dan bila hujan debit air meluap dan membanjiri rumah-rumah warga.

”Sungai Kaliaji ini sepenuhnya kewenanangan dari PSDA Pemprov Jateng. Harapan kami bisa segera dinormalisasi, sehingga tidak ada lagi banjir di Kaliwungu ini,” kata Mirna, kemarin (16/5).

Perihal sampah yang menumpuk di sungai, Bupati Mirna berencana akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur larangan buang sampah di sungai. Yakni, berupa pemberian sanksi  kepada oknum yang membuang sampah di sungai. Tidak hanya sanksi, dalam Perbup rencananya Mirna juga akan memberikan hadiah kepada warga berani melapor ke Pemda jika ada warga lainnya yang membuang sampah di sungai.

”Perbup ini konsepnya sederhana saja. Jadi, warga yang melapor akan diberikan imbalan uang. Sedangkan yang membuang sampah akan dikenakan denda. Dengan begitu, Perbup baru bisa jalan. Sebab jika Pemerintah Desa yang  tanpa melakukan pengawasan akan sangat kesulitan,” tuturnya.

Perbup ini, menurutnya, sekaligus untuk mengubah pola pikir masayarakat agar menyadari betul pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan sungai. ”Dengan begitu, kali bersih dan airnya juga jernih layaknya kali betulan,” tuturnya.

Selain sungai, Mirna juga menyoroti galian C yang mulai menjamur di Kendal dan membuat resah warga. Ia mengaku, sebenarnya Pemkab Kendal telah melakukan kajian dan evaluasi yang melibatkan dinas-dinas terkait.

”Hasilnya sudah kami serahkan ke Pemprov Jateng untuk dilakukan kajian dan diambil kebijakan. Sudah satu bulan ini kami serahkan, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan sama sekali,” katanya.

Gayung bersambut, harapan Bupati Mirna langsung diamini Gubernur Ganjar. Orang nomor satu di Jateng itu mengaku kaget dengan kondisi Kaliaji yang sedimentasinya sudah tinggi. Ganjar mengaku baru mengetahui dan sidak ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga yang mengeluhkan Kaliaji di depan Pasar Gladag selalu meluap saat hujan deras.

Pihaknya langsung memerintahkan Dinas PSDA untuk melakukan normalisasi agar sungai bisa lancar dan tidak lagi banjir jika hujan turun. ”Segera akan kami normalisasi, sehingga tidak ada banjir,” ujarnya.

Menurut Ganjar, persoalan sampah yang tinggi akibat perilaku warga yang belum sadar akan kebersihan. Karena itu, yang perlu dibenahi adalah perilaku warga agar tidak membuang sampah di sungai. ”Sungai dalam waktu dekat  akan dikeruk, hal ini juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai,” katanya. (bud/aro/adv/ce1)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here