Suket KTP Harus diperpanjang

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

WONOSOBO—Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Admindukcapil) Wonosobo, Muhammad Zuhri, meluruskan informasi terkait diperpanjang atau tidaknya e-KTP. Hal ini dilakukan untuk mencegah salah persepsi antara masyarakat dengan pemberi layanan.

Zuhri menjelaskan, berdasarkan pasal 101 huruf c UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Adminduk, e-KTP yang diterbitkan sebelum 2013, ditetapkan berlaku seumur hidup. Sehingga tidak perlu diaktivasi lagi.

Meski begitu, karena blangko e-KTP masih kekurangan, mengakibatkan warga yang mengajukan e-KTP baru—atau mengubah elemen data dalam KTP atau mengubah status di KTP—akan diberi surat keterangan (suket) sebagai ganti KTP.

Nah, surat keterangan inilah yang harus diperpanjang 6 bulan sekali sampai blangko tersedia di Admindukcapil. Penggantian e-KTP dengan suket, karena belum ada blangko e-KTP di Admindukcapil.

“Jelasnya seperti itu, kalau e-KTP nya tidak perlu diperpanjang. Yang diperpanjang adalah surat keterangan KTP. Karena masa berlaku suket hanya 6 bulan,” ucap Zuhri di kantornya, Senin (15/5) kemarin.

Apakah masa tunggu blangko bisa sampai 6 bulan/melampaui batas masa berlaku suket? Kabid Pendaftaran Penduduk, Bejo Subagyo mengiyakan. “Sangat mungkin terjadi.”

Ia mencontohkan, Admindukcapil Wonosobo sudah kehabisan blangko sejak Agustus 2016. Dan, baru dapat kiriman blangko pada Mei 2017. Itu pun belum mencukupi seluruh pemohon yang mengantre.

Jumlah orang yang mengantre blangko ada 40 ribu. Sementara jumlah blangko yang diterima baru 10 ribu. Jauh dari kata cukup. “Karena itu, Admindukcapil dalam waktu dekat akan mengundang camat berikut petugas pencatat kependudukan kecamatan. Biar semua jelas. Supaya adil dalam pembagian nantinya.” (cr2/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -