33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Soal Dibuat oleh Daerah, Dinas Klaim Tak Bocor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG-Pengawas ujian sekolah tingkat SD/MI dilarang membawa handphone selama mengawasi jalannya ujian sekolah yang dimulai pada Senin (15/5) kemarin. Tujuannya, untuk menjaga konsentrasi pengawas, sekaligus mencegah kebocoran jawaban ujian.

“Kami melarang pengawas ujian membawa handphone ke dalam ruang ujian. Ini penting agar tugas pengawas lebih fokus mengawasi. Juga mengantisipasi kebocoran ​jawaban ujian, meski hingga saat ini Alhamdulillah tidak ada permasalahan tersebut,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang, Taufik Nurbakin didampingi Kabid Dikdas, Agus Sujito, Senin (15/5) kemarin.

Agus Sujito menjelaskan, pelaksanaan ujian sekolah tingkat SD/MI berbeda, dengan tahun sebelumnya. “Tahun lalu, naskah dicetak oleh provinsi. Tahun ini, naskah ujian digandakan oleh masing-masing daerah. Untuk bobot soal ujian komposisinya masih sama, 25 persen soal dari pusat. Sedangkan 75 persen dari provinsi yang dibuat oleh tim dari masing-masing daerah.”

Meski soal digandakan masing-masing daerah, Agus menjamin tidak ada kebocoran ujian. “Kami jamin, karena dijaga oleh kepolisian dengan sistem shif. Untuk ruang penyimpanan naskah, dengan tiga gembok berbeda. Sedangkan lembar jawaban, juga langsung kami amankan di posko ujian. Kami jamin keamanannya.”

Pelaksanaan hari pertama mapel Bahasa Indonesia, Agus mengklaim berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti. Sayangnya, untuk peserta yang tidak mengikuti ujian pada hari pertama, Agus mengaku belum mendapatkan rekap data keseluruhan. “Misal ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit atau hal lainnya, dimohon ada surat keterangan agar bisa mengikuti ujian susulan pada 22-24 Mei.”

Agus merinci data peserta ujian SD/MI di Kota Magelang. Jumlahnya, 2.422 peserta dari 75 SD negeri/swasta. Juga dua Madrasah Ibtidaiyah dengan 155 ruang; dan 310 pengawas silang. “Per ruang ada dua pengawas ujian. Pelaksanaan ujian sekolah juga bersamaan dengan pelaksanaan ujian untuk SLB dan Kejar Paket A.” Agus menambahkan, ujian sekolah, bukan mutlak penentu kelulusan. “Penentu kelulusan adalah masing-masing tiap satuan pendidikan.”

Terpisah, Kepala SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang, Mustaqim, mengatakan, pelaksanaan ujian sekolah berjalan lancar dan tidak ada kendala. “Siswa masuk semua, Alhamdulillah. Karena tahun kemarin, siswa kami ada satu yang tidak bisa mengikuti ujian dan akhirnya mengikuti ujian susulan karena sakit. Peserta SD Mutual paling banyak se-Kota Magelang, yaitu 122 siswa dengan 7 ruang ujian.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Didik Farkhan, Aspidsus Kejati yang Selamatkan Aset Negara Triliunan

DIDIK Farkhan menjadi salah satu orang yang berbahagia dalam acara di Kejati Jatim pada 15 Juli lalu. Dia berhasil menyelamatkan aset Pemkot Surabaya. LUGAS WICAKSONO, Surabaya Pria...

Belok Terlalu ke Kanan Tewas Dihajar Truk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang perempuan berusian 19 tahun tewas mengenaskan di Jalan Woltermonginsidi, tepatnya di traffic light simpang arteri Soekarno-Hatta, Kamis (12/7), sekitar pukul...

Sabu Diduga Dipasok dari Dalam Lapas

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Temanggung membekuk dua orang pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Kedua pelaku yang diamankan adalah Mukti Utomo,...

Sopir Bus Rosalia Indah Langgar Batas Kecepatan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Aparat Satlantas Polrestabes Semarang terus berupaya mengungkap penyebab kecelakaan beruntun antara bus PO Rosalia Indah dengan belasan kendaraan lain di ruas tol...

PKK Kota Semarang Juara I Nasional

SEMARANG- Berbagai inovasi, kreativitas dan program-program kegiatan yang dilaksanakan PKK Kota Semarang di dalam membantu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berbuah manis. Dalam peringatan hari Kesatuan...

SMPN 2 Pabelan Ajukan Protes

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pihak SMPN 2 Pabelan merasa dirugikan saat menjadi peserta dalam turnamen sepakbola Gala Siswa Tingkat Kabupaten Semarang karena merasa dicurangi oleh...