33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Sejak SD Sudah Suka Klakson Telolet

James Destino Vito Nugroho, Pengrajin Miniatur Bus

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

James Destino Vito Nugroho, sejak masih duduk di bangku SMP, menyukai bunyi klakson angkutan truk dan bus. Kesukaan itu mengantarkannya menyukai desain berbagai otobus. Dia lantas membuat berbagai miniatur bus berbahan kertas. Seperti apa?

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo

RUANGAN tamu berukuran sekitar 3×3 meter per segi di rumah nomor 25 Perumahan Medis Karangluhur RT 2 RW 3 Kalienget, Wonosobo, dimanfaatkan secara baik oleh penghuni rumah untuk berkreasi. Di sudut ruangan, seorang pemuda tengah serius dengan aktivitasnya. Lelaki itu bernama James Destino Vito Nugroho.

Menggunakan meja sudut, pria yang intim disapa James ini, sibuk dengan laptop, kertas, pengaris, serta berbagai alat kantor lainnya. Dia memotong dengan rapi. Lantas, pelan sekali, kertas itu dilipatnya. Hasil prakaryanya, tampak deretan miniatur bus berbagai tipe.

“Ada tiga pesanan yang hampir jadi. Sebagian dari perusahaan bus, sebagian dari penyuka bus,” kata James kepada Jawa Pos Radar Kedu. Pria berusia 19 tahun itu mengaku, beberapa PO besar, jadi langganannya. Seperti Rosalia Indah dan Sumber Alam. Beberapa pemesan bahkan ada yang meminta desain bus dari luar negeri.

“Saya dapat order dari orang Jerman, tapi orangnya masih nanya nanya tentang speksifikasi bus yang diinginkan,” ucap pemuda lulusan Kejar Paket C ini. James menekuni hobi merakit miniatur bus sejak duduk di bangku SMP. Ia sangat menyukai desain bus sejak SD. James bahkan menyukai suara klakson dan bus.

James awalnya menggunakan kertas karton untuk membuat miniatur bus. “Sekarang bahan masih kertas, namun desain bisa dipesan sesuai warna menyerupai aslinya sampai detail,” kata James.

Bambang, ayah James menambahkan, anaknya sejak kecil, sudah gandrung dengan berbagai tipe kendaraan. Utamanya, truk dan bus. Saking gandrungnya, James kerap meminta sang ayah untuk nonton bus dan truk di parkiran. “Sudah sejak SD, anak saya ini gila sama truk dan bus, bahkan sebelum ada klakson telolet, sudah suka suara klakson dari dulu,” kata Bambang.

Untuk menyelesaikan satu miniatur bus, James membutuhkan waktu hingga 3 hari. Meski berbahan kertas, produknya kuat. Bahkan miniatur bus mirip aslinya. Pada beberapa bagian, James membutuhkan waktu lama, karena dibuat sedetail mungkin, dengan skala 1 banding 50.

“Seperti ini, pada bagian lubang atas bus, saya buat detail pada lubang udara,” jelas James, sambil menunjukan miniatur bus warna kuning yang tengah diselesaikan.

Harga satu miniatur bus, James memasang tarif Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu. Harga disesuaikan dengan tingkat kesulitan desain. Sebab, para pemesan, tidak sedikit yang memesan dengan branding nama pribadi. “Pemesan tidak selalu dari perusahaan otobus, tapi banyak juga dari penghobi kolektor miniatur bus.”

Untuk memperbesar pangsa pasar, James telah bergabung dengan Ikatan Pengusaha Oto Paper Bus Indonesia (Ipopmi). Anggota komunitas ini, merupakan para pembuat miniatur kendaraan dari berbagai bahan baku. James bahkan tercatat sebagai salah satu pendiri komunitas yang sudah berdiri sejak dua tahun terakhir ini.

“Bulan ini, saya tengah menyiapkan pameran miniatur kendaraan juga di Semarang bersama kawan kawan komunitas,”pungkasnya. (*/isk)

  1. oh iya satu lagi..saya cuma suka suara klaksonnya yg biasa aja. bukan yg telolet..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siapkan Menu Angkringan di Hotel

MAGELANG –Persaingan di bidang jasa perhotelan makin kompetitif. Hotel Safira Magelang mempersiapkan diri menghadapi tantangan tersebut. Dalam waktu dekat, hotel bintang tiga ini akan...

UPK Mranggen Dilatih Pengemasan

DEMAK-Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mranggen memberikan pelatihan pengemasan produk produk UMKM kepada ibu ibu kelompok binaan utusan dari 19 desa di wilayah Kecamatan Mranggen. Pelatihan...

Gandeng BNN Ciptakan Lingkungan Bersih Narkoba

KAJEN- Maraknya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Pekalongan, yang menjangkau kalangan pelajar, membuat Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, merasa prihatin. Perlu kerjasama dengan berbagai pihak...

30 Ribu e-KTP Tunggu dicetak

PURBALINGGA – Hingga November, jumlah pemohon KTP elektronik (e-KTP) yang telah melakukan perekaman mencapai 71 ribu orang. Sementara yang tercetak baru 25.500 buah. Dinas Kependudukan...

Gerluti Modeling dan Tukang Ojek

PARAS cantik dan perawakan Syaikh Hasina Candrika Yudistira memang cocok menjadi seorang model. Namun siapa sangka, gadis kelahiran Pati 1997, ini tertarik menjadi seorang...

Musisi Jazz Kolaborasi dengan Congrock

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Musisi jazz legendaris sekaliber Fariz RM, Mus Mujiono, Rieka Roslan bakal berkolaborasi dengan Congrock 17. Mereka dijadwalkan bakal beraksi satu panggung...