33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Potensi Bisnis Syariah Potensial

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Potensi pasar syariah di Jawa Tengah dinilai cukup besar. Sejumlah perusahaan jasa pelayanan keuangan pun mulai menggaet pasar ini, seperti perbankan, investasi dan asuransi.

Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Legowo Kusumonegoro mengatakan, mayoritas penduduk Jawa Tengah merupakan muslim. Hal ini merupakan pasar potensial untuk produk-produk syariah, termasuk juga investasi.

Salah satunya produk reksadana Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI) yang diluncurkan pada bulan ini. Yaitu reks dana pertama di Indonesia yang membagikan deviden bagi para investornya.  “Namun meski potensi pasar cukup besar, masih ada kendala besar. Yaitu pemahaman masyarakat soal bisnis syariah,” terangnya, kemarin.

Produk terbaru ini ditawarkan dengan minimum pembelian awal mulai Rp 10 ribu. Dengan harapan bisa menyentuh para investor baru yang kali pertama akan menginvestasikan dananya di sektor ini. “Sejauh ini investor terbanyak dari kalangan keluarga muda, mahasiswa, pegawai hingga pensiunan. Edukasi dan sosialisasi terkait investasi juga terus kami lakukan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat dan memperluas segmentasi,” ujarnya.

Sementara PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menilai sektor perdagangan masih cukup potensial untuk pembiayaan. Tahun ini sektor tersebut diperkirakan dapat berkontribusi hingga 50 persen dari total pembiayaan.

Pemimpin Cabang BSB Semarang, Imam Pamuji mengatakan, pembiayaan tahun ini ditargetkan tumbuh 20 persen dari total pembiayaan tahun lalu yang sebesar Rp 85 miliar. Lima sektor utama dibidik untuk mencapai target tersebut. Yaitu perdagangan, pendidikan, kesehatan, kontraktor dan supplier atau pengadaan. “Permintaan dari lima sektor tersebut masih cukup tinggi, khususnya perdagangan yang tahun lalu mengambil porsi separuh dari total pembiayaan,” jelasnya, kemarin.

Pertumbuhan pembiayaan, lanjutnya, juga diimbangi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang naik cukup signifikan. Hingga akhir Maret lalu saja, DPK tumbuh 120 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beberapa faktor menjadi pendorong pertumbuhan tersebut. Di antaranya, ditunjuknya BSB sebagai bank persepsi, kemudian adanya kerjasama dengan kementerian keuangan dalam mengelola pembayaran gaji ke Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun TNI/POLRI.

Head of Corporate Secretary PT. Bank Syariah Bukopin, Evi Yulia K menambahkan, beberapa program yang digelar juga mampu menggenjot jumlah DPK dan nasabah. Di antaranya program Simpanan Pelajar (SimPel) iB dengan beberapa sekolah serta Tabungan iB SiAga Rencana Umroh. (dna/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pamerkan 50 Foto Terbaik Perjalanan KA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 50 foto dipamerkan di selasar Stasiun Tawang Semarang. Puluhan foto itu merupakan hasil karya para fotografer di ajang Rail Photo...

SNI Masih Menjadi Dilema

WAKIL  Ketua Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang Naneth Ekopriyono berpendapat, sertifikasi SNI  kadang menjadi dilema bagi pelaku...

Kontingen DKI Masih Mendominasi

UNGARAN- Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, di daulat sebagai venue cabang olahraga (cabor) dayung pada perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas)  XIV 2017....

Peduli Pelayanan Kesehatan Nelayan Pemalang

PEMALANG-Rendahnya kesadaran masyarakat pesisir pantai utara Jawa mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi dorongan Djarum Foundation memberi bantuan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma. Melalui program bakti sosial...

Sendang Kering, Warga Sulit Air

SALATIGA – Warga Dusun Ploso, Kelurahan Ujung – Ujung Kecamatan Pabelan kesulitan mendapatkan air bersih. Sendang atau mata air yang selama ini menjadi cadangan...

Bekingi Ustaz Somad, PP Jateng Terjunkan 5.000 Kader

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kedatangan ustaz KH Abdul Somad di acara tabligh akbar dan safari dakwah di Kota Semarang disambut all out oleh Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda...