33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Ngantuk, Mobdin Pemkab Semarang Hajar Shelter BRT

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Brigjend Soediarto, tepatnya di depan Swalayan ADA Majapahit. Mobil dinas berpelat merah H 164 C yang diduga milik Pemkab Semarang menabrak shelter Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang hingga terguling. Bahkan saking kerasnya tabrakan, membuat separo atap shelter nyaris runtuh. Beruntung, pengemudi mobil, Ahmad Surya Fuadi, 31, warga Desa Gaji, Guntur, Demak berhasil selamat dari maut. Yang bersangkutan langsung kabur pasca kejadian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan tunggal terjadi Senin (15/5) sekitar pukul 04.50. Bermula ketika mobil Toyota Avanza berpelat merah H 164 C meluncur dari arah barat (Simpang Lima) ke timur (Penggaron). Tiba-tiba mobil yang disopiri Ahmad Surya Fuadi itu oleng ke kanan hingga menabrak shelter BRT. Diduga saat itu pengemudi sedang mengantuk. Tabrakan keras itu menyebabkan bagian atap shelter sebelah kiri nyaris runtuh. Sedangkan mobil dalam posisi terguling tepat di depan shelter.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Semarang AKP Sugito mengatakan, pasca kecelakan, pengemudi mobil tidak diketahui keberadaannya. Saat polisi mendatangi TKP, hanya mendapati mobil Avanza warna hitam dalam posisi miring.

”Dari keterangan saksi di lapangan, pengemudinya laki-laki. Begitu menabrak, pengemudi itu turun, lalu pergi diboncengkan sepeda motor oleh seseorang yang datang menjemput,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/5).

Sugito mengakui, pelat nomor mobil tersebut asli. Namun pihaknya enggan membeberkan instansi pemerintah pemilik mobil dinas tersebut. Dugaan sementara, mobil dinas itu milik Pemkab Semarang. ”Masih ditangani. Diduga pengemudinya ngantuk. Tidak ada korban jiwa,” katanya.

Plt Kepala UPTD Trans Semarang, Nurul Falaq, mengakui adanya kecelakaan tersebut hingga mengakibatkan sebuah shelter rusak parah. Saat ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Pemkab Semarang. Sebab, akibat kecelakaan itu, pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 80 juta sampai Rp 100 juta, karena shelter mengalami rusak parah. ”Saya sudah menghubungi pihak Sekda Kabupaten Semarang, memang mobilnya milik sana. Dipakai pribadi atau bagaimana belum tahu,” ujarnya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

1.000 Advokat Kawal Sudirman-Ida Fauziyah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 1.000 advokat menyatakan komitmen untuk mengawal dan membela  Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam perhelatan Pilgub Jateng 2018. Sikap para advokat yang...

Menghilang untuk Bisa Banyak Belajar

Salah satu kebebasan yang saya nikmati saat ini adalah bisa kembali belajar dengan leluasa. Belajar apa saja. Dulu saya mewajibkan diri agar enam bulan sekali...

Masih Buru Satu Kiper Lagi

SEMARANG – PSIS masih terus berburu satu slot pemain untuk pos penjaga gawang. Saat ini posisi di bawah mistar baru dihuni oleh dua kiper...

Harga Masih Stabil

SEORANG pedagang tengah menyortir bawang putih di Pasar Johar Semarang. Jelang Ramadan, harga sejumlah komoditas di beberapa pasar di Kota Semarang saat ini masih...

Tak Kuat Nanjak, Hantam 4 Kendaraan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kecelakaan lalu lintas melibatkan empat mobil dan sebuah sepeda motor terjadi di Jalan Candi Raya atau Kawasan Industri Candi (KIC) Purwoyoso,...

Indonesia Bisa Makmur Lewat Pertanian

“Kami ingin memberi contoh ke pemerintah kalau desa bisa makmur kalau punya kebun buah.” RADARSEMARANG.COM - Indonesia adalah negara agraris yang memiliki tanah subur dan...