33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Dua Pelajar Hilang di Gunung Merbabu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SALATIGA Dua pelajar asal Salatiga dikabarkan hilang di kawasan pos 4 saat mendaki Gunung Merbabu, Minggu (14/5). Keduanya, Prima Angga Wahyu Setiawan, 16, siswa SMKN 3 Salatiga dan Inggil Pangestu, 16, siswa SMPN 2 Salatiga. Hingga sore kemarin, kedua remaja warga Kampung Ngentak, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Salatiga tersebut belum ditemukan, dan masih dalam pencarian tim SAR dan relawan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kedua remaja tersebut mendaki Gunung Merbabu pada Sabtu (13/5) sekitar pukul 17.00 bersama 10 temannya juga berasal dari Ngentak. Mereka mendaki melalui jalur pendakian Dusun Cuntel, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang bersama Dion, Faiz, Wahyu, Haris, Rizal, Faisal, Wili, Agung, Diky dan Bayu.

Sekitar pukul 24.00, ke-12 pendaki tersebut tiba di pos 3 Gunung Merbabu. Selanjutnya rombongan memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan pendakian keesokan harinya. Pada Minggu (14/5) sekitar pukul 10.00, mereka meneruskan perjalanan. Namun yang melanjutkan pendakian hanya 10 orang. Sedangkan dua orang lainnya tinggal di pos 3 Gunung Merbabu. Selanjutnya, sekitar pukul 11.30, 10 orang pendaki sampai di pos 4 Gunung Merbabu. Sesampainya di pos 4, mereka langsung beristirahat untuk menghilangkan lelah setelah melakukan perjalanan selama sekitar 1,5 jam.

Setelah beristirahat selama sekitar 1 jam, pada pukul 12.30 mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju helipad atau pos 5. Selanjutnya, mereka berjalan menuju tower pemancar. Dalam perjalanan, delapan orang yang berada di depan memutuskan untuk istirahat di sebuah batu besar.

Tak lama kemudian, Inggil tiba dan terus berjalan mendahului rombongan. Inggil disusul oleh Angga yang berjalan di belakangnya. Selang beberapa waktu kemudian, delapan orang pendaki menyusul Inggil dan Angga. Tetapi sesampainya di pemancar mereka tidak melihat Inggil dan Angga. Akhirnya, rombongaan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Namun kabut tebal turun. Sekitar pukul 14.00, rombongan mendengar suara Inggil yang berteriak memberitahukan bahwa dirinya tersesat. Lantas Bayu menjawab dan meminta Inggil untuk kembali ke atas (jalur semula).

Tetapi Inggil tidak menjawab permintaan itu. Bayu dan Faiz berusaha mencari Inggil, namun tidak menemukannya. Karena kabut semakin menebal, akhirnya Bayu, Faiz dan enam orang lainnya memutuskan untuk kembali ke pemancar dan turun ke pos 3.

Sesampainya di pos 3, para pendaki lain beristirahat sembari menunggu Inggil dan Angga. Setelah ditunggu selama satu jam, Inggil dan Angga tidak datang. Mereka lantas turun dan tiba di basecamp pendakian Dusun Cuntel sekitar pukul 17.30.

Sesampainya di basecamp, Bayu langsung melapor ke petugas di pos penjagaan bahwa dua temannya tersesat di kawasan pemancar. Mendapat laporan tersebut, sebanyak delapan orang warga langsung naik ke pos 4 untuk melakukan pencarian. Namun pencarian yang dilakukan delapan orang warga tidak membuahkan hasil. Akhirnya, mereka turun kembali. Kemarin seekitar pukul 05.00, puluhan warga bersama tim SAR kembali melakukan pencarian. Namun hingga sore, kedua pendaki belum ditemukan.

Koordinator SAR Getasan, Agus Surolawe, mengatakan, pencarian dilakukan di tiga titik, yakni jalur pendakian Cuntel, Desa Kopeng; jalur pendakian Dusun Tekelan, Desa Batur, dan jalur Dusun Ngaduman, Desa Tajuk.

”Upaya pencariaan menerjunkan sebanyak 40 relawan dan anggota tim SAR yang dibagi dalam tiga tim. Pencarian dilakukan dengan menyisir jalur-jalur pendakian dan jalan lain yang disinyalir dilalui pendaki. Namun sampai sore ini (kemarin) kedua pendaki yang tersesat belum ditemukan,” katanya. (sas/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cuci Kereta Tua

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Salatiga Urban Legend, Bojalali Heritage Society, Roemah Toea, dan beberapa mahasiswa arkeologi UGM mencuci kereta jenazah peninggalan Belanda yang...

Langgar Lalin, Kaum Difable Ditilang

UNGARAN–Penertiban pengguna jalan di Kabupaten Semarang semakin tidak pandang bulu. Baik itu pengguna kendaraan yang normal maupun difable. Menyusul diterbitkannya SIM (Surat Izin Mengemudi)...

Sebagian Borobudur Terkena Jalur Tol

MUNGKID—Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), baru-baru menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait rencana pembangunan ruas tol Bawen–Yogyakarta. Pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah...

Curi Gabah, Babak Belur Dihajar Massa

DEMAK-Nasib apes dialami Sugiyanto, 35, warga Desa Wringinjajar, RT 2 RW 4, Kecamatan Mranggen. Ia babak belur dihajar massa setelah mencuri gabah diselep atau...

Tarawih Jangan Dijadikan Sarana untuk Kampanye

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Panwaslu Kabupaten Semarang mengimbau masing-masing paslon dalam Pilgub Jateng 2018 tidak memanfaatkan salat Tarawih untuk media berkampanye selama Ramadan. Ketua Panwaslu...

SMPN 3 Tirto Bebas Banjir Rob

KAJEN - Tiga bulan setelah pembangunan tanggul raksasa di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, ternyata bukan hanya tiga desa, yakni Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo dan...