32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Dorong Mahasiswa Perkuat Soft Skill

SEMARANG – Dalam dunia kerja, prestasi akademik ataupun nilai hard skill yang bagus terkadang dinomor duakan. Perusahaan lebih memilih tenaga kerja yang memiliki soft skill dibandingkan hard skill, hal ini lah yang menjadi fokus Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Widyo Winarso, pada sarasehan peningkatan prestasi mahasiswa melalui pengembangaj bakat minat dan akademik, Senin (15/5).

“Saat ini banyak perushaan yang menerima pegawai karena punya soft skill yang mumpuni, Soft skill lebih dibutuhkan di dunia kerja, karena membuktikan orang tersebut punya kemampuan dibandingkan hard skill saja,” kata Widyo saat ditemui di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), kemarin.

Kerena kecenderungan tersebut, melalui Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), semua perguruan tinggi harus melakukan pembinaan kemahasiswaan untuk memperkuat soft skill lulusan.

“Paradigmanya sekarang berubah, harus disesuaikan. Peningkatan pretasi sebuah universitas bisa melalui pengembangan bakat, minat namun tetap tidak menanggalkan akademiknya,” ujar Widyo.

Ia menjelaskan jika penggeberan soft skill, saat ini masuk dalam program mobilitas pihak kementrian.  Salah satunya adalah dengan pembinaan akselerasi di bidang hard skill sekaligus soft skill melalui kegiatan kemahasiwaan dan prestasi dibidang non akademik untuk bisa diakui dan diberikan kredit tertentu. “ Pengakuan kredit ini, bisa dikonversikan dengan mata kuliah tertentu atau masuk dalam sistem kredit semester (SKS) yang diambil mahasiswa,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UPGRIS, Muhdi, menjelaskan, prinsip pembinaan soft skill sesuai arahan Kemenristek Dikti, sebelumnya sudah dijalankan oleh UPGRIS berupa akselerasi pengembangan soft skill mahasiswa melalui berbagai kegiatan misalnya kegiatan kemahasiwaan.

“Dalam seleksi masuk jika punya soft skill bisa manjadi salah satu acuan untuk diterima, dalam aplikasinya kami juga memberikan pendidikan karakter, akdemik dan kemampuan lain yang terintegrasi dengan soft skill,” jelasnya. (den/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here